• Selasa, 21 Juli 2026

Karhutla 20 Hektare di Avolua Parigi Moutong, Petugas Padamkan Api Secara Manual

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Senin, 2 Februari 2026 | 21:22 WIB
Kebakaran hutan seluas 20 hektare melanda Desa Avolua, Parigi Moutong. Petugas berjibaku memadamkan api secara manual di medan terjal sementara tiga keluarga mulai diungsikan
Kebakaran hutan seluas 20 hektare melanda Desa Avolua, Parigi Moutong. Petugas berjibaku memadamkan api secara manual di medan terjal sementara tiga keluarga mulai diungsikan

Sulawesitoday - Malam itu, Desa Avolua di Parigi Moutong tidak bisa tidur nyenyak. Pukul 22.00 WITA. Harusnya waktu istirahat. Tapi api muncul dari kegelapan hutan.

Luasnya tak main-main: 20 hektare. Hutan dan lahan di Kecamatan Siniu itu mendadak berubah warna menjadi merah bara. Hingga Senin pagi, 2 Februari 2026, pertempuran melawan si jago merah belum usai.

Tim gabungan turun semua. Ada BPBD, Pemadam Kebakaran, TNI, hingga Polisi. Masyarakat pun tidak tinggal diam membantu. Dua unit mobil pemadam dikerahkan. Di pinggir jalan yang mudah dijangkau, api bisa ditaklukkan. Tapi di atas gunung? Lain cerita.

Medan terjal menjadi benteng bagi api. Teknologi mesin pemadam tak bisa memanjat ke sana. Peralatan pun terbatas.

"Pemadaman di bagian atas gunung hanya bisa dilakukan secara manual, dan saat ini kami masih bersiaga di lokasi kejadian," ujar Plt Kepala Pelaksana BPBD Parigi Moutong, Rivai.

 
 
 
View this post on Instagram

Artinya, petugas harus mendaki. Bertaruh nyawa dengan alat seadanya di bawah ancaman empat titik api yang masih menyala di ketinggian.

Risikonya besar. Rumah warga berada di bawah lereng itu. Banyak pohon dan ranting kering yang siap menjadi sumbu jika api melompat ke bawah. Tiga keluarga sudah diperintahkan mengungsi.

Ada pembagian tugas yang unik di sana. Sebuah kesepakatan demi keselamatan bersama.

"Kesepakatannya, laki-laki tetap berada di rumah, sementara lansia, anak-anak, dan ibu-ibu mengungsi ke rumah keluarganya," jelas Rivai mengenai evakuasi tersebut.

Kini, status siaga ditetapkan. Petugas terus berjaga di titik-titik rawan. Di Avolua, kewaspadaan menjadi satu-satunya cara agar api tidak semakin liar melahap permukiman.

Baca Juga: Gawat! Karhutla Parigi Moutong Tembus 20 Kasus, Sehari Bisa Terjadi 5 Kali Kebakaran

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini