• Selasa, 21 Juli 2026

Gawat! Karhutla Parigi Moutong Tembus 20 Kasus, Sehari Bisa Terjadi 5 Kali Kebakaran

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Senin, 2 Februari 2026 | 18:46 WIB
BPBD Parigi Moutong tetapkan status siaga darurat usai mencatat 20 kejadian karhutla hingga Januari 2026,. Bahkan, ditemukan satu lokasi yang terbakar hingga tiga kali
BPBD Parigi Moutong tetapkan status siaga darurat usai mencatat 20 kejadian karhutla hingga Januari 2026,. Bahkan, ditemukan satu lokasi yang terbakar hingga tiga kali

Sulawesitoday - Panas. Kering. Dan api. Itulah gambaran cuaca di Kabupaten Parigi Moutong saat ini. Baru saja melewati bulan pertama di tahun 2026, catatannya sudah membuat dahi berkerut: 20 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Angka itu bukan sekadar statistik di atas kertas. Ada cerita unik—sekaligus memprihatinkan—di baliknya. Bayangkan, ada satu lokasi yang terbakar sampai tiga kali. Sudah terbakar, padam, lalu terbakar lagi di titik yang sama.

Rivai, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Parigi Moutong, harus bekerja ekstra keras. Hingga 31 Januari 2026, awalnya tercatat 15 kejadian. Namun, hanya dalam hitungan hari, jumlahnya melompat jadi 20 kasus.

Kecepatannya luar biasa. "Dalam satu hari bisa terjadi hingga lima kejadian," ujar Rivai di Parigi.

Mengapa api begitu gemar muncul? Penyebabnya masih lagu lama: pembukaan lahan dengan cara membakar. Lokasinya banyak di lahan pertanian warga, terutama di wilayah perbukitan. Di tengah musim kemarau yang sangat kering, percikan kecil bisa menjadi petaka besar.

Kini, pemerintah daerah tidak mau ambil risiko lagi. Status Siaga Darurat Karhutla pun ditetapkan. Ini adalah langkah antisipasi agar api tidak semakin liar merayap ke mana-mana.

Di lapangan, petugas BPBD tidak sendirian. Mereka menggandeng aparat TNI, Polri, hingga pemerintah kecamatan untuk melakukan patroli intensif. Koordinasi dilakukan siang dan malam.

"Hari ini kami juga akan turun langsung ke lapangan," tegas Rivai. Tujuannya jelas: memastikan penanganan kebakaran berjalan maksimal dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

Himbauan pun terus disebar. Masyarakat diminta berhenti membakar lahan. Sebab, dalam kondisi alam yang sedang sangat kering, api tidak akan pernah bisa diajak berkompromi. Di Parigi Moutong, perjuangan melawan api kini menjadi agenda harian yang melelahkan.

Baca Juga: Prabowo Sentil Elite di Rakornas, Jangan Menyerah Lawan Kemiskinan - Kita Ini Kaya!

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini