• Selasa, 21 Juli 2026

Nekat Terobos Garis Polisi, Warga Ketol Kocar-kacir Dengar Suara dari Perut Sinkhole

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Senin, 2 Februari 2026 | 18:12 WIB
Fenomena sinkhole di Pondok Balik, Aceh Tengah kian meluas hingga memutus akses jalan dan mengancam Sutet PLN. Warga sempat panik dan berlarian saat mendengar suara gemuruh dari dalam lubang raksasa.
Fenomena sinkhole di Pondok Balik, Aceh Tengah kian meluas hingga memutus akses jalan dan mengancam Sutet PLN. Warga sempat panik dan berlarian saat mendengar suara gemuruh dari dalam lubang raksasa.

Sulawesitoday - Tanah itu tidak sekadar retak. Ia ambles. Menelan apa saja yang ada di atasnya. Di Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, bumi seolah sedang punya urusan yang belum selesai.

Lubang raksasa itu—kerennya disebut sinkhole—kian rakus. Dulu, jalan di dekatnya masih bisa dilewati kendaraan. Sekarang? Putus total. Aspal yang keras pun tak berdaya melawan tarikan gravitasi dari perut bumi. Sawah-sawah yang hijau ikut terseret masuk ke dalam kegelapan.

Pemandangannya makin dramatis. Di satu sisi lubang, air sawah terjun bebas ke bawah. Persis air terjun. Bedanya, ini air terjun yang membawa petaka.

Minggu petang kemarin, suasana mendadak mencekam. Orang-orang berdatangan. Ada rasa penasaran yang mengalahkan rasa takut. Padahal, garis polisi sudah melintang kuning mencolok di kedua sisi jalan.

Suara gemuruh meledak dari kedalaman lubang. Warga yang tadinya asyik menonton langsung tunggang-langgang. Lari menjauh. Napas tersengal. Rasa penasaran itu menguap seketika, berganti pucat pasi.

"Mengerikan suara gemuruhnya. Semakin meluas lubangnya," ujar seorang saksi mata yang merekam kejadian itu.

Nekat Demi Penasaran

Video kepanikan itu viral di media sosial. Netizen pun gemas. Kenapa sudah ada garis polisi masih juga mendekat? Apalagi ada yang membawa anak kecil. Tanah di bibir lubang itu labil. Bisa longsor kapan saja tanpa permisi.

"Sudah jelas ada police line di situ, masih juga mendekat," komentar salah satu akun di Instagram. Ada lagi yang menyindir halus: "Mungkin mereka penasaran, kalau sudah penasaran mana bisa dibantah lagi."

Memang, rasa ingin tahu manusia terkadang lebih besar daripada insting bertahan hidupnya. Padahal, ancaman di depan mata bukan main-main.

Sutet yang Nyaris Terpeleset

Bukan hanya sawah dan jalan yang terancam. Aset vital negara pun ikut waswas. Sebuah tower Sutet milik PLN berdiri hanya 25 meter dari bibir jurang dadakan itu. Terlalu berisiko.

PLN bergerak cepat. Sebelum tower itu ikut 'dietan' bumi, antisipasi dilakukan. Hari Minggu itu juga, tiang darurat dipasang. Kabel-kabel disambung ke lokasi yang lebih aman. Listrik tidak boleh ikut ambles gara-gara fenomena alam ini.

Kini, Pondok Balik masih menunggu. Sampai kapan bumi akan terus menganga? Belum ada yang tahu pasti. Yang pasti, jangan main-main dengan gemuruh dari perut bumi.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini