berita

Polisi Bekuk Pengasuh Ponpes Pati di Wonogiri: Ashari Sebut Aksi Bejatnya Hanya 'Katanya Pencabulan'

Kamis, 7 Mei 2026 | 14:33 WIB
Ashari, pengasuh Ponpes di Pati yang diduga cabuli puluhan santriwati, ditangkap di Wonogiri setelah sempat buron ke Bogor dan Jakarta.

Sulawesitoday - Pelarian Ashari berakhir di tanah Wonogiri. Fajar menyingsing pada Kamis, 7 Mei 2026, saat tim sergap meringkus pengasuh Pondok Pesantren Ndholo Kusumo ini tanpa perlawanan berarti.

Lelaki yang dituding merusak masa depan puluhan santriwati itu hanya bisa pasrah. Tubuhnya dipaksa mencium bumi saat petugas melilitkan kabel ties di kedua tangannya.

Ashari sebelumnya memilih menghilang sejak 4 Mei lalu. Ia mangkir dari panggilan penyidik dan memutus kontak dengan keluarga maupun pengacara pribadinya.

Baca Juga: Tabrakan Maut Bus ALS vs Truk Tangki di Sumsel, Evakuasi Dramatis 16 Jenazah dari Kobaran Api

Jejak pelariannya terentang cukup jauh dari pesisir Pati. Polisi mencatat ia sempat bersembunyi di Bogor, Jakarta, hingga akhirnya terdeteksi di Jawa Tengah bagian selatan.

"Sempat ke Kudus, Bogor, dan Jakarta," ujar Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Widya Wiratama. Pelaku lantas bergerak ke Solo sebelum akhirnya diringkus di Wonogiri pukul 04.00 WIB.

Dalam sebuah video penangkapan yang viral, ada adegan yang memicu kegeraman publik. Ashari tiba-tiba melepaskan atribut kyai yang selama ini ia sandang di pesantrennya.

"Mboten kiai kulo (saya bukan kiai)," bisiknya saat diinterogasi petugas di lapangan. Ia seolah mencoba menanggalkan identitas spiritualnya di hadapan moncong hukum yang mengejarnya.

Nada bicaranya terdengar enteng saat ditanya mengenai alasan penangkapannya. "Katanya pencabulan saja. Katanya pencabulan," jawab Ashari dengan raut muka tanpa beban.

Pernyataan "hanya pencabulan" itu memicu gelombang amarah di jagat maya. Netizen menganggap Ashari meremehkan trauma mendalam yang dialami para korban.

Baca Juga: Skandal Predator di Ponpes Ndholo Kusumo Pati, Puluhan Santriwati Diduga Jadi Korban Nafsu Pengasuh Berkedok Wali

Kasus ini mencuat setelah laporan resmi masuk ke meja polisi dari salah satu orang tua korban. Namun, tabir gelap di pesantren itu diduga jauh lebih lebar dari sekadar satu laporan saja.

Ali Yusron, kuasa hukum para korban, membeberkan fakta yang mengejutkan. Ia mengklaim ada sekitar 30 hingga 50 santriwati yang diduga menjadi korban aksi bejad sang pengasuh.

Kini, Ashari harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik terali besi. Polisi masih terus mendalami kemungkinan adanya korban lain yang selama ini memilih bungkam karena takut.

Halaman:

Tags

Terkini