Istri Muhtadin yang berusia 83 tahun terpaksa harus tinggal di rumah karena tidak masuk dalam kuota prioritas. Kuota khusus lansia di daerah ini hanya tersedia untuk lima orang saja pada musim haji sekarang.
Rahmat selaku perwakilan keluarga merasa cukup berat melihat pasangan kakek nenek itu harus terpisah sementara. Mereka mencoba menerima kenyataan ini sebagai bagian dari aturan sistem yang memang tidak bisa diganggu gugat.
Kepala Kantor Kemenhaj Subhan Lalu berharap seluruh jamaah bisa menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali nanti. Ia mengingatkan bahwa kesempatan berangkat adalah momentum langka yang tidak didapatkan oleh semua orang.
Muhtadin kini berangkat dengan doa keluarga dan dampingan ketua rombongan sebagai pengganti kehadiran istrinya. Akankah masa tunggu puluhan tahun ini segera menemukan solusi agar lebih banyak lansia bisa berangkat bersama pasangan mereka?