Sulawesitoday - Pelarian Bahroni berakhir di ujung laras senapan polisi. Pemuda 23 tahun ini roboh setelah terlibat baku tembak sengit di Punduh Pidada, Pesawaran.
Pengejaran panjang tim gabungan Polda Lampung membuahkan hasil pada Jumat subuh. Bahroni merupakan buronan utama yang menewaskan Bripka Anumerta Arya Supena pekan lalu.
Kapolda Lampung Helfi Assegaf mengonfirmasi penangkapan berdarah pada jam lima pagi itu. "Benar, kasusnya sudah terungkap," ujar Helfi memberikan keterangan resmi.
Baca Juga: Gus Ipul Copot Dua Pejabat Kemensos Buntut Skandal Sepatu SR Mahal, Evaluasi Total Pengadaan Barang!
Tindakan tegas diambil karena pelaku nekat melawan saat hendak diringkus petugas. Peluru polisi bersarang di tubuh pelaku hingga nyawanya tidak tertolong lagi.
Jasad Bahroni kini sudah berada di RS Bhayangkara untuk proses evakuasi. Petugas juga mengamankan sepeda motor dan senjata api dari lokasi kejadian.
Tragedi bermula saat Bripka Arya memergoki aksi pencurian di Labuhan Ratu. Anggota intelijen itu berusaha menghentikan pelaku yang sedang mengutak-atik kunci motor.
Perkelahian fisik pecah di depan sebuah toko roti pada Sabtu pagi. Pelaku diduga berhasil merebut senjata api milik korban saat pergumulan terjadi.
Satu tembakan dilepaskan pelaku yang mengakibatkan sang polisi gugur di tempat. Bahroni kemudian menghilang sebelum akhirnya terendus di persembunyiannya di Pesawaran.
Video suasana setelah penggerebekan kini ramai beredar di jagat media sosial. Unggahan akun resmi Jatanras Polda Lampung menunjukkan keberhasilan operasi senyap ini.
Kini tugas kepolisian di lapangan dinyatakan tuntas seiring tewasnya sang eksekutor. Jenazah pelaku masih menunggu proses administrasi sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.