Sulawesitoday - Komisi Pemberantasan Korupsi menggebrak lewat operasi tangkap tangan yang menyeret Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim dalam pusaran kasus dugaan pemerasan dokumen keimigrasian dengan nilai fantastis mencapai ratusan miliar rupiah.
"Kami akan sampaikan angkanya dalam konferensi pers, mencapai ratusan miliar," kata Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih Jakarta pada Kamis petang.
Lembaga antirasuah langsung menetapkan Silmy bersama tujuh pejabat Direktorat Jenderal Imigrasi sebagai tersangka setelah mereka menjalani pemeriksaan intensif pasca-penangkapan di lingkungan Imigrasi Jakarta Barat.
Baca Juga: Skandal Izin Tinggal KITAS, KPK Jebloskan Wamen Silmy Karim ke Tahanan
Tim penyidik bergerak cepat menjebloskan para tersangka ke Rumah Tahanan Gedung Merah Putih guna kepentingan penyidikan lanjutan selama dua puluh hari ke depan.
"Delapan orang tersangka, salah satunya saudara SK yang merupakan Dirjen Imigrasi periode tahun 2023 sampai 2024," ujar Budi menambahkan keterangan resmi.
Seiring penetapan status hukum tersebut, perhatian publik langsung tertuju pada isi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara periodik terbaru milik mantan Direktur Utama PT Krakatau Steel ini.
Dokumen resmi yang diserahkan ke negara pada pertengahan Maret lalu mencatat angka kekayaan bersih luar biasa yang menyentuh Rp234,59 miliar setelah dikurangi beban utang.
Aset paling dominan milik pejabat nonaktif ini berupa sebelas bidang tanah mewah serta bangunan senilai Rp184,02 miliar yang posisinya tersebar di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.
Baca Juga: Surat Misterius Sony Sonjaya dari Balik Rompi Pink Kasus Korupsi Badan Gizi Nasional
Garasi rumahnya juga dipenuhi deretan kendaraan premium hasil sendiri mulai dari dua unit motor Harley Davidson klasik, Jeep Wrangler, hingga Mercedes G63 keluaran terbaru senilai total Rp8,47 miliar.
Pundi-pundi kekayaan sang wakil menteri semakin lengkap dengan kepemilikan harta bergerak lain, investasi surat berharga, serta simpanan kas tunai siap pakai senilai puluhan miliar rupiah.