Sulawesitoday - Gelombang protes dan sindiran tajam netizen langsung mengalir setelah Badan Gizi Nasional memutuskan menghentikan sementara program Makan Bergizi Gratis selama libur sekolah.
"Langkah penghentian sementara ini kami lakukan sembari membenahi kualitas dapur," kata Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Agustina Arumsari, Senin, 15 Juni 2026.
Masyarakat pengguna media sosial Facebook justru menangkap aroma ketidakadilan anggaran di balik keputusan rehat massal tersebut.
Akun FB @thosinkusnadi langsung melempar kritik pedas dengan menyebut tindakan audit dapur tersebut percuma karena insentif pejabat ditengarai tetap mengalir lancar.
Kecurigaan serupa juga ditiupkan oleh @icanagoes yang menyindir bahwa dana operasional jumbo enam juta rupiah per hari tidak ikut libur.
Baca Juga: Rencana Kompor Listrik Bahlil Dihujat Netizen, Warga: Listrik Sering Padam Mau Ngandalin Setrum?
Publik menilai momentum pembenahan sistem kebersihan kompor dan sanitasi makanan massal ini ditumpangi kepentingan sepihak.
Di tengah riuh kecurigaan uang saku birokrat, akun @dessysagita justru memilih bersikap satir melihat anak sekolah bakal rehat makan satu bulan.
Otoritas gizi negara sendiri berdalih masa jeda sangat penting untuk memperkuat integrasi basis data angka stunting dan jumlah murid riil.
"Kebijakan tidak dapat disusun tanpa basis data yang valid dan terintegrasi," ujar Agustina Arumsari menegaskan.
Manajemen berjanji hasil evaluasi total terhadap seluruh fasilitas dapur pelayanan bakal langsung diuji begitu para siswa kembali masuk kelas.