Sulawesitoday - Proposal anggaran kompor listrik senilai Rp815,56 miliar yang diajukan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia memicu gelombang kritik pedas di jagat maya.
"Listrik sering padam mau ngandalin liatrik," tulis akun Facebook @ipunkiputza menanggapi rencana besar pemerintah untuk tahun 2027.
Skeptisisme publik langsung membanjiri kolom komentar begitu rencana pengalihan energi dari elpiji impor itu diumumkan ke publik.
Masyarakat menilai proyek raksasa di bawah Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi ini te melihat realitas infrastruktur di daerah.
Bagi warga di luar Pulau Jawa, urusan isi perut te bisa digantungkan pada arus setrum PLN yang masih sering biarpet.
Suara penolakan juga datang dari kelompok pelaku usaha mikro yang mengandalkan mobilitas harian dalam mencari nafkah.
Akun Facebook @cimolenka menyindir kebijakan ini te masuk akal bagi pedagang yang harus berpindah tempat setiap jam.
Baca Juga: Ratusan Kepsek Sulsel Dipaksa Mundur, Netizen Desak Audit Dana BOS Menyeluruh
"Trus klau pake kompor listrik yg jualan baso keliling atw yg lain nya harus bawa tiang listriknya gitu," tulisnya dengan nada dongkol.
Alat masak modern yang butuh colokan permanen dinilai bakal mematikan ruang gerak penjual cilok atau bakso dorong.
Kekhawatiran lain yang muncul ke permukaan adalah skema pengisian daya yang kini mayoritas beralih ke sistem prabayar.
Penggunaan kompor berdaya besar ditakutkan membuat pengeluaran dapur warga miskin mendadak bengkak.
Akun Facebook @wirasaputra mengingatkan ancaman nyata di depan mata terkait biaya harian yang berpotensi melambung tinggi.
"Eh cilok, itu kompor listrik pake token," tulis akun tersebut mengingatkan risiko pulsa setrum yang cepat habis.
Artikel Terkait
Liburan Unik di Puncak Raja Bunga Majene Menikmati Panen Jagung di Atas Bukit
Viral Video Demonstran Dijambak di Kejati Sultra, Jaksa Sebut Petugas Bocor Kepala
Puncak Raja Bunga Majene Punya Potensi Besar, Jurnalis Sulbar Siap Dongkrak Promosi Wisata Lokal
Cetak Sawah Baru Rp10 Miliar di Parigi Moutong Terancam Tambang Emas Ilegal
Ratusan Kepsek Sulsel Dipaksa Mundur, Netizen Desak Audit Dana BOS Menyeluruh