berita

Astronot ISS: Menavigasi bahasa dan komunikasi antarbenua di luar angkasa

Sabtu, 9 Desember 2023 | 20:45 WIB
Astronot ISS. Sebuah prestasi luar biasa di rongga kosmos, Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) bukan hanya tempat bagi eksperimen ilmiah yang menakjubkan, tetapi juga menjadi panggung bagi interaksi lintas budaya dan bahasa.

Astronot ISS


Sebuah prestasi luar biasa di rongga kosmos, Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) bukan hanya tempat bagi eksperimen ilmiah yang menakjubkan, tetapi juga menjadi panggung bagi interaksi lintas budaya dan bahasa.

Dengan para astronot berasal dari Amerika Serikat, Rusia, Kanada, Jepang, dan 11 negara Uni Eropa, ISS menjadi titik temu bahasa yang beragam.

Menurut laporan dari Science ABC, kejelasan komunikasi di ISS menjadi krusial untuk keselamatan dan kelangsungan hidup. Sejak awal pembentukannya, ISS memutuskan bahwa bahasa Inggris akan menjadi bahasa internasional di luar angkasa.

Oleh karena itu, setiap astronot yang mengorbit di ISS harus mahir berbahasa Inggris. Keterampilan ini tidak hanya penting untuk interaksi sesama astronot di dalam stasiun, tetapi juga untuk membaca petunjuk yang sebagian besar ditulis dalam bahasa Rusia dan Inggris.

Menariknya, Rusia memegang kendali signifikan atas kedatangan dan kepergian astronot ke ISS. Dengan sistem roket eksklusif yang hanya dimiliki oleh Rusia, mereka memiliki kontrol penuh atas logistik ke stasiun luar angkasa tersebut.

Sistem roket Rusia, yang menentukan seluruh prosedur dan arahan, berkomunikasi dalam bahasa Rusia. Oleh karena itu, seorang astronot yang berasal dari negara lain, misalnya Jepang, tidak hanya harus mahir berbahasa Inggris, tetapi juga harus mempelajari bahasa Rusia secara moderat sebelum diluncurkan ke ISS.

Namun, bagaimana para astronot ini berkomunikasi ketika mereka berada di luar stasiun? Sebuah fakta menarik adalah bahwa di luar angkasa, teriakan Anda tidak akan terdengar.

Fenomena ini disebabkan oleh ketiadaan atmosfer yang menyebabkan gelombang suara tidak dapat merambat. Meskipun begitu, astronot tetap dapat berkomunikasi melalui gelombang elektromagnetik yang mampu merambat tanpa adanya atmosfer.

Dengan begitu, komunikasi di ISS bukan hanya tentang kefasihan bahasa, tetapi juga penguasaan teknologi dan pemahaman mendalam terhadap prinsip-prinsip ilmiah di luar angkasa.

Dalam misi eksplorasi ruang angkasa ini, para astronot menjadi duta budaya dan diplomat, membuktikan bahwa kolaborasi lintas negara dapat berjalan lancar di tengah-tengah perbedaan bahasa dan sistem roket.

Tags

Terkini