berita

Penanganan Cepat Banjir Parigi Moutong: Fokus Pada Pengungsi

Senin, 24 Juni 2024 | 21:21 WIB
Foto: Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari untuk delapan desa di empat kecamatan yang terdampak banjir mulai 24 Juni hingga 7 Juli 2024. Penanganan pengungsi diprioritaskan di Desa Sienjo, Sibalago, Tindaki, dan Tanahlanto dengan pendirian posko induk dan dapur umum oleh Dinas Sosial dan PMI setempat. (Aswadin)

[wpseo_breadcrumb]

Penanganan Cepat Banjir Parigi Moutong: Fokus Pada Pengungsi


Koordinasi Pemda Parigi Moutong


Sulawesitoday - Pemerintah daerah (Pemda) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menetapkan status tanggap darurat banjir delapan desa di empat kecamatan.

"Status tanggap darurat berlaku selama 14 hari ke depan," kata Sekretaris BPBD Parigi Moutong, Moh Rivai, di Parigi, Senin 24 Juni 2024.

Wilayah Terendam dan Pendirian Posko


Banjir melanda delapan desa, yakni Desa Astina dan Tanahlano di Kecamatan Torue, Desa Tindaki di Kecamatan Parigi Selatan, Desa Sibalago, Desa Sienjo, Desa Singura, dan Desa Toribulu di Kecamatan Toribulu, serta Desa Bambasiang di Kecamatan Palasa.

Pemda Parigi Moutong memprioritaskan penanganan pengungsi di Desa Sienjo, Sibalago, Tindaki, dan Tanahlanto.

"Kami telah mendirikan posko induk di Desa Sienjo dan Sibalago sebagai pusat informasi penanganan banjir, serta posko pembantu di Desa Tanahlanto dan Tindaki," ungkap Rivai.

Pemda juga telah membentuk tim terpadu untuk penanganan pascabanjir selama masa tanggap darurat.

Pemda juga mendirikan dapur umum bersama PMI setempat untuk menyediakan makanan siap saji bagi para pengungsi, dibantu oleh relawan.

Korban dan Asesmen Kerusakan


BPBD Parigi Moutong melaporkan bahwa dua desa yang paling parah terdampak banjir adalah Sienjo dan Sibalago.

Bencana hidrometeorologi ini mengakibatkan satu warga Sibalago meninggal dunia, sementara dua orang yang sempat hilang telah ditemukan dalam keadaan selamat.

"Saat ini kami masih melakukan asesmen dampak yang ditimbulkan oleh banjir," kata Rivai.

Berdasarkan data BPBD, jumlah warga terdampak banjir di dua desa tersebut adalah 246 kepala keluarga (KK) atau 738 jiwa, dengan 372 jiwa mengungsi di Desa Sibalago dan 90 jiwa di Desa Sienjo.

"Data yang kami berikan saat ini bersifat sementara dan akan diperbarui setelah asesmen selesai dilakukan," jelasnya.

Tags

Terkini