berita

Ratusan Bencana Banjir dan Tanah Longsor Terjang Sulteng, 20.994 Jiwa Terdampak

Jumat, 5 Juli 2024 | 17:23 WIB
Foto: BPBD Sulawesi Tengah mencatat 110 bencana banjir dan tanah longsor dari Januari hingga Juni 2024, dengan 20.994 warga terdampak dan dua orang meninggal dunia. Pihak BPBD telah mengambil langkah antisipasi dan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk memastikan penanganan bencana berjalan efisien. (Muhammad Aqil Azizi)

[wpseo_breadcrumb]

Ratusan Bencana Banjir dan Tanah Longsor Terjang Sulteng, 20.994 Jiwa Terdampak


Bencana di Sulawesi Tengah Sepanjang Januari hingga Juni 2024


Sulawesitoday - BPBD Sulteng melaporkan bahwa ratusan bencana banjir. Dan tanah longsor telah melanda wilayah tersebut. Dari Januari hingga Juni 2024.


Mengakibatkan 20.994 warga terdampak dan dua orang meninggal dunia.



Jumlah dan Jenis Bencana


BPBD Sulteng mencatat sebanyak 110 kejadian bencana selama periode tersebut.


Kepala Pelaksana BPBD Sulteng, Akris Fattah Yunus, merincikan. Dari total kejadian, terdapat 96 banjir, dua banjir bandang, lima tanah longsor. Dan tujuh banjir yang disertai tanah longsor.


"Khusus di bulan Juli ini. Telah terjadi empat bencana banjir di berbagai wilayah," ungkap Akris pada 4 Juli 2024.



Wilayah Terdampak


Bencana banjir melanda 13 kabupaten/kota di Sulteng. Sementara banjir bandang terjadi di Kabupaten Tojo Una-una dan Parigi Moutong.


Tanah longsor terjadi di Kabupaten Banggai Kepulauan, Banggai Laut, dan Parigi Moutong.


Banjir yang disertai tanah longsor terjadi di wilayah Kabupaten Donggala, Buol. Poso, Morowali Utara, Banggai Laut, dan Sigi.



Dampak dan Korban


Dari seluruh kejadian bencana tersebut, tercatat 20.994 warga terdampak. Dengan dua orang meninggal dunia, satu orang luka-luka, dan 594 jiwa harus mengungsi.


BPBD Sulteng telah mengambil langkah-langkah antisipasi untuk menghadapi bencana-bencana ini.



Langkah Antisipasi BPBD


BPBD Sulteng membuka kontak Pusdalops BPBD provinsi kepada seluruh kepala desa. Dan camat untuk memastikan penanganan bencana berjalan lancar.


"Jika kejadian bencana dikonfirmasi. Tim reaksi cepat segera turun untuk membantu evakuasi," jelas Akris.


Selain itu, BPBD juga memastikan ketersediaan pos pelindung di lapangan. Untuk memusatkan bantuan logistik.



Kerjasama dan Koordinasi


BPBD provinsi menjalin kerjasama dengan pemerintah setempat. BPBD kabupaten/kota, Dinas Sosial, camat. Serta Dinas Bina Marga dan Cipta Karya. Untuk memastikan penyaluran bantuan logistik berjalan efisien.

Halaman:

Tags

Terkini