berita

Sungai Aworeka Meluap, Ratusan Lansia, Balita, dan Disabilitas di Konawe Terkena Dampak Banjir!

Minggu, 7 Juli 2024 | 11:55 WIB
Foto: BPBD Konawe melaporkan bahwa banjir akibat luapan Sungai Aworeka telah berdampak pada ratusan jiwa di Kabupaten Konawe. Pemerintah daerah bersama relawan terus melakukan upaya evakuasi dan penanganan darurat di wilayah terdampak. (Muhammad Aqil Azizi)


Bencana Banjir di Tiga Kabupaten


Provinsi Sulawesi Tenggara dilanda bencana banjir di tiga kabupaten secara simultan. Buton Utara, Muna Barat, dan Konawe Selatan.


Berdasarkan data dari BNPB pada Kamis 4 Juli 2024. Hujan deras dengan curah tinggi menyebabkan sungai-sungai di wilayah tersebut meluap. Merusak pemukiman warga serta infrastruktur penting di sepanjang aliran sungai.


Di Kabupaten Buton Utara. Banjir pada malam Rabu 3 Juli 2024 menghantam beberapa kecamatan. Seperti Kambowa dan Kulisusu Barat, mengakibatkan 1.670 jiwa atau 432 KK terdampak.


Di Kabupaten Muna Barat, luapan Sungai Tiworo pada malam Kamis 4 Juli 2024. Menyebabkan 241 jiwa terdampak dan 34 jiwa mengungsi.


Di Kabupaten Konawe Selatan, hujan deras pada malam Rabu 3 Juli 2024. Menyebabkan luapan Kali Sena di Desa Awunio, Kecamatan Kolono. Mengakibatkan 135 keluarga terdampak dan kerugian material di 40 rumah.



Penanganan Darurat dan Evakuasi


Pemerintah daerah bersama relawan melakukan penanganan darurat. Dan evakuasi dengan koordinasi intensif antarlembaga. Seperti BPBD, TNI, Polri, dan berbagai dinas terkait lainnya.


Bantuan logistik seperti makanan, air bersih, pakaian, obat-obatan, dan tenaga medis disediakan. Pemerintah pusat juga mendukung upaya pemulihan daerah yang terkena dampak.



Upaya Pemulihan dan Pencegahan Banjir Susulan


Status banjir di ketiga kabupaten yang terdampak mulai menunjukkan tanda-tanda surut. Meski demikian, proses pemulihan dan rekonstruksi masih dalam tahap awal.


BNPB menghimbau pemerintah daerah untuk meningkatkan sistem peringatan dini. Dan penyediaan tempat pengungsian yang aman.


"Penguatan infrastruktur pengendalian banjir. Dan edukasi masyarakat tentang bahaya banjir menjadi langkah esensial. Untuk mengurangi risiko banjir di masa depan," kata Aam.

Halaman:

Tags

Terkini