berita

Keluarga Almarhumah Terlibat Adu Mulut dengan Jemaah di Masjid Latekko Awangpone Saat Akan Sholatkan Jenazah

Selasa, 20 Agustus 2024 | 15:13 WIB
Adu mulut terjadi di Masjid Latekko, Awangpone, antara jemaah dan keluarga almarhumah, izin pelaksanaan sholat jenazah pada 20 Agustus 2024./Tangkap layar Instagram. (Muhammad Aqil Azizi)

Sulawesitoday - Sebuah perdebatan sengit terjadi di Masjid Latekko Awangpone, antara seorang jemaah dengan keluarga yang hendak mensholatkan jenazah nenek mereka.

Adu Mulut ini dipicu oleh keberatan jemaah atas pelaksanaan sholat jenazah di dalam masjid yang diklaim tanpa pemberitahuan sebelumnya, meskipun pihak keluarga menyatakan telah mendapatkan izin dari imam masjid.

Kejadian tersebut berlangsung pada Selasa pagi, 20 Agustus 2024, di Masjid Latekko, Awangpone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Menurut informasi yang beredar, perselisihan ini terjadi ketika sebuah keluarga membawa jenazah nenek mereka ke masjid untuk disholatkan sebelum dimakamkan.

Namun, seorang jemaah yang sedang berada di masjid keberatan dengan pelaksanaan sholat jenazah tersebut, karena menurutnya tidak ada pemberitahuan sebelumnya terkait acara tersebut.

Pihak keluarga, yang merasa telah menjalankan prosedur dengan benar, mengklaim bahwa mereka sudah meminta izin kepada imam masjid sebelumnya. Hal ini diungkapkan oleh salah satu anggota keluarga, yang menegaskan bahwa imam masjid sudah memberikan persetujuan untuk penggunaan masjid sebagai tempat pelaksanaan sholat jenazah.

Perdebatan semakin memanas hingga nyaris terjadi keributan fisik antara jemaah dan keluarga. Beberapa saksi mata menyatakan bahwa situasi sempat tidak terkendali sebelum akhirnya dilerai oleh jemaah lain yang berada di lokasi.

Dalam kejadian ini, seorang pengguna media sosial memberikan komentarnya dengan berkata, "Innalilahi wa innailaihi roojiuun... Astagfirullah... Sholatkan di Rumah aja mbak... Gak apa-apa, daripada hak si mayit tidak terlaksana."

Peristiwa ini juga mendapatkan reaksi beragam dari masyarakat. Seorang netizen lain menambahkan, "Saya tidak menyalahkan siapa pun karena masjid itu umum untuk siapa saja (jika bersih), termasuk jenazah. Harap maklum jika sudah tua tidak boleh kita tanggapi dengan emosi."

Insiden ini menyisakan pertanyaan tentang pentingnya komunikasi yang lebih baik antara pengurus masjid dan jemaah untuk menghindari kesalahpahaman serupa di masa depan. Meski demikian, peristiwa ini juga menegaskan bahwa pelaksanaan ibadah di masjid harus mengikuti aturan yang telah disepakati bersama demi menjaga ketertiban dan keharmonisan.

Tags

Terkini