Sulawesitoday - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) menghadapi tantangan besar dalam penyelesaian utang kepada pihak ketiga sebesar Rp280 miliar, yang berasal dari tahun anggaran sebelumnya.
Dengan anggaran 2024 yang mengalami refocusing, Pemprov Sulsel memprioritaskan pelunasan utang ini untuk menjaga stabilitas finansial dan memastikan kelangsungan proyek pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.
Pemprov Sulsel melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) telah mengalokasikan dana sebesar Rp240 miliar untuk tahun anggaran 2024 guna menuntaskan utang kepada 28 kontraktor, serta pengawas dan pekerja kelompok kecil.
Kepala Dinas BMBK Sulsel, Astina Abbas, menjelaskan bahwa alokasi dana awal sebesar Rp171 miliar dalam APBD 2024 telah ditingkatkan menjadi Rp240 miliar demi menyelesaikan utang pada parsial pertama tahun ini.
Dalam upaya menuntaskan utang ke kontraktor, Dinas BMBK Sulsel juga melakukan refocusing anggaran dengan menunda beberapa proyek jalan yang sebelumnya telah dianggarkan, seperti ruas Solo - Peneki di Kabupaten Wajo dengan anggaran Rp8,4 miliar dan Munte - Bontolempangan dengan anggaran Rp5,9 miliar masing-masing.
"Untuk menuntaskan utang tersebut, kami juga melakukan refocusing pada pengerjaan jalan di dua titik yang sudah tertuang dalam APBD 2024," ujar Astina Abbas, Selasa (20/8/2024).
Baca Juga: BPK Temukan Kejanggalan pada 3 Proyek Jalan di Parigi Moutong, Kerugian Negara Capai Milyaran Rupiah
Selain itu, Kepala Bidang Preservasi Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulawesi Selatan, Irawan Dermayasamin, menyebutkan bahwa anggaran perawatan untuk tahun 2024 jauh lebih kecil dibandingkan dengan tahun 2023, yang berdampak pada prioritas proyek-proyek yang akan dilaksanakan.
"Untuk tahun 2024, kami hanya memiliki program dengan alokasi total Rp80 miliar, sementara pada tahun 2023 lalu anggaran mencapai sekitar Rp455 miliar," ungkapnya.
Irawan juga menambahkan bahwa pembayaran utang kepada pihak ketiga dilakukan dalam dua tahap, di mana pada parsial pertama tahun anggaran ini, sebesar Rp64 miliar telah diselesaikan, sedangkan Rp217 miliar akan diselesaikan pada parsial kedua.
"Semua anggaran sudah dialokasikan, kami hanya menunggu waktu untuk pembayaran," tambahnya.
Situasi ini menunjukkan bahwa Pemprov Sulsel harus mengatur ulang prioritas anggaran untuk menjaga kredibilitas dan kelangsungan proyek pembangunan di masa mendatang.
Baca Juga: List Tender Proyek Jalan di Parigi Moutong Terindikasi Penawaran Rendah Mencurigakan