berita

Tewasnya Mahasiswa USU Terjatuh ke Jurang Gunung Sibayak Memicu Koordinasi Tanggap Darurat, Evakuasi Berhasil Dilakukan 7 September 2024

Minggu, 8 September 2024 | 18:45 WIB
Mahasiswa USU tewas terjatuh ke jurang Gunung Sibayak saat mendaki, evakuasi dramatis dilakukan tim Basarnas pada Sabtu, 7 September 2024. #EvakuasiSulit #MahasiswaUSUTewas #GunungSibayak (Dwi Rahayu Putri)

Sulawesitoday - Seorang mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU), Ronny Syahputra, tewas terjatuh ke jurang Gunung Sibayak, Sabtu, 7 September 2024. Ronny bersama delapan rekannya melakukan pendakian malam hari ketika peristiwa tragis itu terjadi.

Proses evakuasi berlangsung dramatis dan penuh tantangan karena medan yang sangat curam dan gelap.

Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 21:45 WIB saat Ronny tiba-tiba terpeleset dan jatuh ke jurang yang curam. Teman-temannya segera melaporkan kejadian itu kepada petugas setempat untuk meminta bantuan. Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Medan menerima laporan ini pada pukul 23:20 WIB dan langsung mengerahkan tim Basarnas ke lokasi. Mereka tiba di lokasi sekitar pukul 03:00 WIB, dengan peralatan lengkap untuk mengevakuasi korban. Proses evakuasi ini memakan waktu karena kondisi medan yang sangat sulit dijangkau.

Baca Juga: Detik-detik Ledakan Mengerikan Saat Pemadaman Kebakaran di Bengkel Grogol Petamburan, Empat Petugas Terluka dan Pemadaman Terus Berlangsung

"Medan di sini memang sangat berbahaya, terutama pada malam hari. Kami harus sangat berhati-hati selama proses evakuasi," ujar salah satu anggota tim Basarnas. Pada pukul 04:30 WIB, tim akhirnya berhasil mengangkat jasad Ronny dari jurang yang curam. Setelah dievakuasi, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Kabanjahe untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Jenazah Ronny kemudian akan menjalani visum dan otopsi sebelum diserahkan kepada keluarganya. Seluruh proses evakuasi berjalan dengan koordinasi yang baik antara semua pihak yang terlibat. Pihak yang terlibat dalam operasi ini termasuk Basarnas, Polres Tanah Karo, dan UPT Tahura Bukit Barisan.

Koordinasi yang kuat dan kesiapan semua pihak menjadi faktor penting dalam keberhasilan evakuasi di medan yang sulit ini. Medan Gunung Sibayak yang curam dan gelap membuat proses penyelamatan membutuhkan waktu lama. Kasus ini menunjukkan pentingnya persiapan matang dalam setiap pendakian gunung yang berisiko.

Peristiwa tragis ini menjadi pengingat akan bahaya yang mengintai para pendaki, terutama pada medan yang sulit seperti Gunung Sibayak. Upaya tim penyelamat patut diapresiasi atas kerja keras dan dedikasinya. Gunung Sibayak, yang terletak di Kabupaten Karo, terkenal dengan jalur pendakian yang curam dan menantang.

Tags

Terkini