Sulawesitoday - Dokter Aulia Risma Lestari dilaporkan mengalami pemaksaan kerja hingga 24 jam sehari selama menjalani PPDS di Universitas Diponegoro.
Kondisi tersebut diungkap oleh Misyal Achmad, kuasa hukum keluarga Dokter Aulia, pada Selasa (10/9/2024).
Dokter Aulia disebut bekerja mulai pukul 03.00 WIB hingga 01.30 WIB setiap hari selama praktik di RSUP Kariadi Semarang.
"Pemaksaan itu dilakukan setiap hari hingga akhirnya berdampak buruk pada kesehatan korban," jelas Misyal Achmad.
Selain itu, Misyal juga menyampaikan bahwa Dokter Aulia sempat mengalami kelelahan ekstrem sebelum akhirnya ditemukan meninggal di kamar kosnya.
Dokter Aulia ditemukan tewas pada malam Senin (12/8/2024), dan dugaan bullying oleh senior menjadi salah satu faktor utama.
Berdasarkan hasil investigasi Kementerian Kesehatan RI, Dokter Aulia disebut kerap dipaksa melakukan tugas di luar batas wajar.
Salah satu fakta lain yang diungkap Misyal adalah korban harus memesan 80 boks makanan saat menjalani PPDS Anestesiologi.
"Korban juga diperintahkan untuk mengangkat galon air setiap hari," ungkap Misyal dalam keterangannya.
Dokter Aulia diduga mengalami tekanan fisik dan mental selama menjalani pendidikan di Fakultas Kedokteran Undip.
Kasus ini menarik perhatian setelah keluarga Dokter Aulia menuntut keadilan atas dugaan perlakuan yang tidak manusiawi.
Menurut Misyal, korban juga diminta menyetorkan uang untuk membayar orang lain guna mengerjakan jurnal yang ditugaskan padanya.
"Kondisinya semakin memburuk akibat kelelahan kronis, hingga akhirnya kesehatannya benar-benar drop," tambah Misyal.