berita

Debu Menghantui Warga! Jalan Dewi Sartika Palu Jadi Sumber Polusi Berbahaya

Minggu, 6 Oktober 2024 | 18:05 WIB
Debu beterbangan di Jalan Dewi Sartika Palu akibat jalan berlubang, mengancam kesehatan warga. Perbaikan segera diperlukan untuk keselamatan dan kenyamanan. (Amirulah)

Sulawesitoday - Di sepanjang Jalan Dewi Sartika, kawasan Kelurahan Birobuli Selatan, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, debu terus menjadi ancaman serius bagi warga. Saat musim panas tiba, kondisi aspal yang terkelupas memicu masalah lebih besar. Lubang-lubang yang muncul di jalan sepanjang tiga kilometer ini tidak hanya menyulitkan pengendara, tetapi juga mengakibatkan polusi udara yang berbahaya.

"Setiap kali motor lewat, debu beterbangan dan masuk ke rumah. Ini sangat mengganggu, apalagi buat anak-anak," keluh seorang warga setempat.

Baca Juga: Nyawa Pengendara Terancam! Puluhan Lubang Besar Mengintai di Jalan Dewi Sartika Palu

Aspal yang rusak tidak hanya menciptakan jalan berlubang—puluhan lubang besar dengan diameter hingga 50 cm dan kedalaman mencapai 10 cm—tetapi juga memicu masalah kesehatan serius. Warga yang sering berada di sekitar jalan tersebut mengeluhkan iritasi mata dan tenggorokan. Paparan debu dalam jangka panjang dapat memperburuk kondisi pernapasan, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat asma atau penyakit paru-paru.

"Debu ini bisa bikin sesak napas. Anak-anak sering batuk-batuk sejak jalan rusak," tambah warga lainnya yang berharap agar pemerintah segera turun tangan.

Dengan banyaknya kendaraan yang lewat, terutama saat jam sibuk, debu yang beterbangan semakin parah. Pengendara motor sering kali terpaksa menurunkan kecepatan untuk menghindari lubang, yang justru memperparah penyebaran debu di udara. Arus lalu lintas pun sering kali terhambat. Di depan SMA Negeri 3 Palu dan Lapas Kelas IIA Palu, misalnya, situasi ini semakin memburuk.

"Kami yang lewat sini setiap hari harus ekstra hati-hati. Kalau nggak, bisa jatuh karena lubangnya dalam," kata salah seorang pengendara.

Bahaya yang dihadapi warga bukan hanya di musim kemarau. Saat hujan turun, jalanan berubah menjadi lebih berbahaya lagi. Lubang-lubang yang penuh air sulit dihindari, dan ini meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengendara, terutama di malam hari. Kondisi ini membuat warga makin khawatir, bukan hanya karena kerusakan kendaraan, tetapi juga risiko keselamatan jiwa.

Pemerintah setempat diharapkan segera mengambil tindakan untuk memperbaiki jalan ini. Warga tidak hanya membutuhkan jalan yang layak untuk berkendara, tetapi juga lingkungan yang sehat dan aman dari ancaman polusi debu. Polusi seperti ini, bila dibiarkan, bisa menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat dalam jangka panjang.

Bukan hanya soal kenyamanan berkendara, tapi juga tentang hak warga untuk menghirup udara bersih.

Terkini