Sulawesitoday - Calon Wakil Bupati Parigi Moutong, Ardi Kadir, tak tanggung-tanggung menyatakan komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan guru. Baginya, para guru adalah ujung tombak pendidikan dan kunci utama bagi masa depan generasi muda. Dalam sebuah pertemuan yang berlangsung pada Minggu, 6 Oktober 2024, di Gedung Serba Guna Desa Lemo, Kecamatan Ampibabo, Ardi menegaskan bahwa kesejahteraan guru akan menjadi prioritas jika dirinya dan pasangan calon Bupati, Nizar Rahmatu, terpilih dalam Pilkada mendatang.
"Insya Allah, jika pasangan Nizar Rahmatu-Ardi terpilih, kami akan memperhatikan kesejahteraan para guru. Keberadaan para guru sangat penting karena mereka adalah penentu masa depan anak-anak kita," ujar Ardi dengan penuh semangat, disambut dengan tepuk tangan dari para warga yang hadir.
Janji ini tidaklah asing bagi Ardi, mengingat latar belakangnya sebagai mantan Kepala Dinas Pendidikan Parigi Moutong. Pengalaman panjangnya dalam dunia pendidikan membuatnya memahami betul betapa pentingnya peran guru dan kebutuhan mereka yang sering terabaikan.
Ardi juga berbagi cerita mengenai perjalanan hidupnya yang kian mempererat hubungan dengan Kabupaten Parigi Moutong. Setelah menikahi seorang warga lokal, Ardi mengungkapkan bahwa awalnya ia sempat berpikir untuk kembali ke kampung halamannya bersama sang istri. Namun, keputusan itu berubah ketika ia mulai merasakan kehangatan budaya lokal, yang ia gambarkan dengan humor sebagai "pengaruh sayur kelor."
Meski disampaikan dalam bentuk candaan, pesan ini menunjukkan ikatan emosional Ardi dengan masyarakat Parigi Moutong. "Mungkin mitos sayur kelor itu ada benarnya," tambahnya sambil tersenyum di hadapan warga. Candaan yang menyegarkan itu menambah kesan kedekatan antara Ardi dan masyarakat setempat, menegaskan bahwa ia adalah sosok yang bukan hanya memahami pendidikan, tetapi juga cinta dan komitmen terhadap daerah yang ia sebut rumah.
Selain pendidikan, Ardi dan pasangannya juga menyoroti pentingnya peningkatan pelayanan kesehatan, yang menurut mereka masih menjadi tantangan besar di Parigi Moutong. Mereka berjanji, jika terpilih, tidak akan ada lagi orang yang kehilangan nyawa karena pelayanan kesehatan yang lambat atau biaya transportasi medis yang tidak terjangkau. "Tidak boleh ada lagi hal-hal mendasar yang menjadi kebutuhan masyarakat terabaikan," tegas Ardi.
Pasangan dengan tagline "Bersinar" ini ingin membawa perubahan nyata, dan kesejahteraan guru adalah salah satu fondasi utama yang akan mereka bangun. Menurut Ardi, guru bukan hanya pendidik, tetapi juga pembentuk karakter bangsa. "Mereka butuh perhatian lebih, bukan hanya soal gaji, tapi juga kesejahteraan secara keseluruhan," imbuhnya.
Mohammad Syafii Saleh Damar, salah satu juru kampanye pasangan Nizar-Ardi, mengajak seluruh relawan untuk berjuang memenangkan pasangan ini. "Kita menangkan pasangan ini untuk Parigi Moutong yang bersinar dan lebih baik ke depannya," serunya penuh semangat. Pertemuan tersebut ditutup dengan yel-yel kemenangan, membangkitkan optimisme di kalangan pendukung.