Sulawesitoday - Proses distribusi logistik untuk Pilkada serentak 2024 semakin dekat dengan hari pemungutan suara, tepatnya tinggal 40 hari lagi. KPU Kabupaten Parigi Moutong di Sulawesi Tengah telah menerima 337 dos surat suara pada Jumat, 18 Oktober 2024. Surat suara ini tiba di gudang logistik KPU setelah sebelumnya mendarat di Bandara Mutiara Sis Al-Jufri sekitar pukul 16.31 WITA.
Ketua KPU Parigi Moutong, Ariana, mengonfirmasi bahwa 169 dari 337 dos tersebut berisi surat suara untuk pemilihan Bupati dan Wakil Bupati, sementara 168 dos lainnya dialokasikan untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur.
Baca Juga: Dari Gelombang Panas hingga Badai yang Tak Terduga: Bukti-bukti Cuaca Bumi Semakin Aneh
“Surat suara sudah kami terima dengan aman, diangkut oleh kendaraan milik perusahaan percetakan yang juga dikawal ketat oleh pihak kepolisian serta diawasi langsung oleh Bawaslu,” ujar Ariana saat ditemui awak media sekitar pukul 22.30 WIB.
Keamanan memang menjadi perhatian penting dalam proses ini, mengingat potensi adanya kerusakan atau kekurangan pada surat suara yang bisa mempengaruhi jalannya pemilu. KPU Parigi Moutong juga memastikan bahwa di dalam setiap dos surat suara, telah disiapkan cadangan untuk mengantisipasi Pemungutan Suara Ulang (PSU) jika diperlukan.
Baca Juga: Mengapa Labirin Kebun Jagung Terbesar di Dunia Menarik Jutaan Pengunjung Setiap Tahun
"Per satu dos itu berisi 200 lembar surat suara, termasuk cadangan untuk kemungkinan PSU,” tambahnya.
Namun, persiapan ini tidak berhenti sampai di sini. Menjelang pemilu, KPU akan segera melanjutkan ke proses pelipatan surat suara, yang menurut Ariana, akan dimulai setelah Sekretaris KPU kembali dari Jakarta pada 20 Oktober 2024. Proses pelipatan ini penting untuk memastikan surat suara dalam kondisi baik dan mencukupi kebutuhan pemilih.
Jika ditemukan kerusakan atau kekurangan, KPU akan segera mengajukan klaim pencetakan ulang kepada perusahaan percetakan.
Pelaksanaan Pilkada serentak yang akan digelar pada 27 November 2024 memaksa KPU bekerja ekstra keras untuk memastikan segala logistik siap tepat waktu. Kecepatan dan ketepatan dalam mengelola logistik ini sangat penting, mengingat pengalaman sebelumnya di berbagai daerah yang menunjukkan betapa krusialnya ketersediaan surat suara dan cadangannya di hari pemungutan suara.
Keterlambatan atau kesalahan teknis kecil dapat berujung pada terjadinya PSU, yang tentunya akan membebani penyelenggara pemilu serta mempengaruhi kepercayaan publik terhadap hasil pemilu.
Dengan hanya 40 hari tersisa, persiapan harus segera dikebut. KPU Parigi Moutong juga terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan semua tahapan berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Mereka berupaya untuk meminimalkan risiko pemilu ulang dengan memastikan bahwa jumlah surat suara sesuai dengan jumlah pemilih, serta menyiapkan cadangan yang memadai.