berita

Kisah Penyesalan Nenek Kehilangan Cucunya di Tragedi Banjir Bandang! Tangisan Terakhir di Telepon

Senin, 21 Oktober 2024 | 19:35 WIB
Sebuah tragedi memilukan saat seorang nenek kehilangan cucunya di banjir bandang Wajima, Jepang. Tangisan terakhir melalui telepon menghantui keluarganya. #BanjirBandang #Kehilangan (Dwi Rahayu Putri)

Sulawesitoday - Banjir bandang yang melanda Kota Wajima pada 21 September 2024 menjadi mimpi buruk yang tak terbayangkan bagi banyak keluarga. Salah satu kisah paling menyayat hati datang dari seorang nenek bernama Etsuko yang kehilangan cucunya, Hanon Kiso, dalam bencana tersebut. Remaja berusia 14 tahun itu tewas ketika sedang menjaga warung keluarganya sendirian.

Bencana itu datang begitu tiba-tiba, dan seperti banyak orang di daerah pesisir, keluarga Kiso tak sempat melakukan banyak persiapan. Kiso, yang dikenal sebagai anak yang sederhana dan selalu mengutamakan orang lain, sempat menelepon neneknya di tengah banjir.

Baca Juga: Aksi Nekat di Ruang Sidang! Pria Ini Bawa Kabur Istri dengan Cara Digendong Demi Menghindari Perceraian

“Nenek! Nenek! Nenek!” teriak Kiso, suaranya dipenuhi ketakutan, hanya satu menit sebelum panggilan terputus. Etsuko, yang kala itu sedang berbelanja di pasar, langsung panik dan bergegas kembali ke warung, namun sayang, terlambat.

Etsuko masih bisa membayangkan wajah cucunya yang enggan meninggalkan warung karena khawatir ada pengunjung yang datang. Kiso selalu bertanggung jawab terhadap pekerjaannya, bahkan di usia muda, ia rela menunggu warung hingga larut demi membantu keluarganya.

Baca Juga: Viral Babysitter Beri Obat Penggemuk Anak, Ibu di Surabaya Serukan Peringatan: Jangan Terjadi Lagi!

"Aku seharusnya membawanya ke pasar bersamaku," ujar Etsuko penuh penyesalan saat menceritakan detik-detik terakhir percakapan mereka.

Rasa bersalah yang dirasakan Etsuko begitu kuat. Ia sering bertanya-tanya apakah cucunya mungkin mengutamakan keselamatan orang lain saat banjir menerjang. "Aku sempat berpikir, apakah dia membiarkan orang lain pergi lebih dulu," kata Etsuko, matanya penuh air mata saat mengenang Kiso yang selalu mendahulukan orang lain.

Baca Juga: Drama Debat Cawabup Bojonegoro 2024! KPU Hentikan Acara Usai Farida dan Teguh Langgar Aturan, Pendukung Paslon 02 Protes

Pada 1 Oktober 2024, setelah pencarian yang panjang, tim evakuasi akhirnya menemukan jenazah seorang gadis di Laut Jepang, sekitar 40 kilometer dari pantai. Seragam yang dikenakan gadis itu bertuliskan ‘Kiso’, mengonfirmasi bahwa itu adalah cucu Etsuko.

Menyusul kabar tersebut, nenek yang sudah pasrah ini hanya bisa berterima kasih kepada tim evakuasi. “Aku tidak menyerah sampai aku melihat wajahnya,” ujar sang nenek sebelumnya, penuh harapan.

Baca Juga: Berani! Emak-Emak Naik Bangkai Paus dengan Daster dan Helm Bogo, Netizen: Kasta Tertinggi

Kisah ini tak hanya menggoreskan luka bagi Etsuko dan keluarga, tapi juga mengingatkan kita akan pentingnya menghargai setiap momen bersama orang tercinta. Tragedi ini membawa pesan mendalam bahwa kadang-kadang, hal-hal kecil yang kita abaikan bisa berubah menjadi sesuatu yang kita sesali seumur hidup.

Tragedi seperti ini memang mengingatkan kita betapa rentannya hidup, terlebih ketika bencana alam datang tanpa aba-aba. Namun, yang lebih menyentuh adalah kisah hubungan antara Kiso dan neneknya—keberanian, tanggung jawab, dan cinta yang besar di antara mereka, yang kini hanya menjadi kenangan.

Tags

Terkini