Sulawesitoday - Kericuhan hampir saja terjadi dalam debat perdana pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar pada Sabtu (26/10/2024). Insiden bermula saat pendukung paslon SEHATI (Andi Seto Gadhista Asapa-Rezki Mulfiati Lutfi) membawa masuk toa atau pengeras suara ke dalam ruang debat di Hotel Dalton, Makassar. Ketegangan ini memaksa moderator untuk menghentikan sementara jalannya debat.
Aksi pendukung SEHATI yang meneriakkan yel-yel dengan bantuan toa memicu protes dari kubu MULIA (Munafri 'Appi' Harifuddin-Aliyah Mustika Ilham). “Ada toa dia bawa masuk,” keluh salah satu anggota tim Appi-Aliyah di lokasi. Protes ini segera direspon oleh beberapa pendukung MULIA yang berusaha mendatangi kursi pendukung SEHATI, memperkeruh suasana di arena debat.
Baca Juga: Kesal Jatah BBM Tak Didapat, Nelayan di Bone Tutup Jalan ke SPBN dengan Timbunan Sirtu
Untungnya, petugas keamanan bertindak cepat dengan menahan pendukung dan mengamankan pengeras suara tersebut.
Moderator Berhenti, KPU Janji Evaluasi
Keributan tak hanya melibatkan dua kubu paslon, tetapi juga menciptakan ketegangan antara petugas keamanan dan penonton yang hadir. Insiden ini terjadi saat giliran pasangan INIMI (Indira Jusuf Ismail-Ilham Ari Fauzi) memaparkan visi misinya, sehingga moderator terpaksa menghentikan debat untuk sementara waktu agar suasana dapat kembali kondusif.
Baca Juga: Angin Kencang Tak Hanya Merusak! BPBD Catat Lonjakan Rumah Terdampak di Maros
Menanggapi insiden ini, KPU Makassar mengaku akan segera mengevaluasi jalannya debat dan memastikan keamanan lebih ketat di putaran selanjutnya.
“Kita akan lakukan evaluasi malam ini atau paling lambat besok,” kata Abdi Goncing, salah satu anggota KPU Kota Makassar. Ia juga menyebut bahwa pihak keamanan akan berkoordinasi lebih erat agar kejadian seperti ini tidak terulang pada debat kedua yang dijadwalkan 13 November mendatang.
Abdi menambahkan bahwa aturan sebenarnya sudah jelas melarang segala bentuk alat peraga atau barang yang dapat menimbulkan kegaduhan di dalam forum.
“Hanya atribut yang melekat di tubuh yang boleh masuk,” tegasnya. Kendati demikian, ia mengaku masih menyelidiki bagaimana toa bisa lolos masuk ke dalam ruang debat.
Klarifikasi dan Evaluasi dari Tim Seto-Kiki
Di pihak lain, tim kampanye SEHATI melalui juru bicaranya, Bahtiar Maddatuang, menyatakan bahwa pihaknya tidak mengetahui pengeras suara dibawa masuk.
“Kami sudah mengingatkan relawan untuk mematuhi aturan,” ujar Bahtiar. Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan pengecekan lebih lanjut untuk mengetahui kronologi yang terjadi.