Sulawesitoday - Sebuah perahu yang membawa rombongan santri dilaporkan tenggelam di Sungai Barito, Kecamatan Aluh-aluh, Banjar, Kalimantan Selatan, Minggu (27/10) sore.
Insiden nahas ini terjadi sekitar pukul 17.00 WITA saat para santri sedang dalam perjalanan menuju acara pernikahan. Kelebihan penumpang disebut sebagai penyebab utama tragedi ini, yang telah mengakibatkan satu orang tewas dan dua lainnya masih hilang.
Baca Juga: Cekcok Laporan Kerja Berujung Luka, Karyawan PDAM Ambon Diduga Dianiaya Rekan Sendiri
"Korban ditemukan dalam keadaan MD (meninggal dunia) atas nama M Rizki dan langsung dievakuasi ke Puskesmas Aluh-aluh," ungkap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin, I Putu Sudayana, dalam keterangannya.
Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih bekerja keras di lapangan, berharap menemukan dua santri lainnya, Hafi Mubarak dan M Safrian, dalam kondisi selamat.
Baca Juga: Detik-Detik Kebakaran Hebat di Makassar Hanguskan 24 Rumah, Warga Bertaruh Nyawa di Tengah Api
Kapal kelotok yang mereka tumpangi diduga kelebihan penumpang, yang langsung berdampak pada stabilitas perahu di tengah arus Sungai Barito yang cukup deras. Keterangan dari saksi menyebutkan bahwa perahu tenggelam tak lama setelah mulai berangkat.
Beberapa santri berhasil menyelamatkan diri, tetapi ada yang kurang beruntung, tenggelam di lokasi.
Baca Juga: Gudang RSUD Bahteramas Terbakar Akibat Percikan Api Mesin Las, Evakuasi Pasien Berlangsung Dramatis
I Putu Sudayana menegaskan bahwa upaya pencarian akan terus dilanjutkan. "Saat ini sedang dilakukan pencarian terhadap dua orang korban yang masih belum ditemukan," ujarnya, penuh harap bahwa misi pencarian bisa membawa hasil yang menggembirakan.
Namun, dengan arus sungai yang deras dan faktor cuaca, tim pencari menghadapi tantangan yang tidak mudah.
Baca Juga: Ini Fenomena Pasir Pink di Pantai Nomo dan Pulau Komodo yang Wajib Anda Tahu
Tragedi ini kembali mengingatkan kita akan pentingnya keselamatan dalam transportasi air, terutama di kawasan sungai besar seperti Sungai Barito. Pemerintah daerah dan pihak berwenang diharapkan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aturan keselamatan dan kapasitas penumpang untuk mencegah terulangnya insiden seperti ini.
Rasa duka mendalam dirasakan oleh keluarga korban yang ditinggalkan, sembari berharap agar dua santri lainnya segera ditemukan.