Sulawesitoday - Asap tebal dan kobaran api membumbung tinggi di permukiman padat penduduk di Kecamatan Bontoala, Makassar, Senin pagi (28/10). Saat mentari baru saja muncul, keheningan dini hari pecah oleh teriakan warga yang panik, mencoba menyelamatkan diri dari kebakaran hebat yang melahap puluhan rumah.
Tak tanggung-tanggung, sebanyak 24 rumah luluh lantak hanya dalam hitungan jam. Api yang datang tanpa peringatan meninggalkan kehancuran dan trauma mendalam bagi penduduk sekitar.
Baca Juga: Gudang RSUD Bahteramas Terbakar Akibat Percikan Api Mesin Las, Evakuasi Pasien Berlangsung Dramatis
"Kami benar-benar tidak tahu api datang dari mana. Begitu saya buka pintu, api sudah besar," kenang Muliati (57), salah satu korban yang terpaksa menyelamatkan diri di tengah kobaran api.
Menurut Muliati, suasana panik makin terasa setelah ia mendengar teriakan warga yang mengabarkan kebakaran terjadi. Tak sempat menyelamatkan banyak barang berharga, ia keluar bersama keluarga demi menyelamatkan nyawa mereka.
Baca Juga: Ini Fenomena Pasir Pink di Pantai Nomo dan Pulau Komodo yang Wajib Anda Tahu
"Di sini itu rumah satu atap baku sambung," tambahnya, mengisyaratkan betapa padatnya wilayah tersebut dan mudahnya api menyebar dari satu rumah ke rumah lain.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 05.03 Wita ini diperkirakan bermula dari salah satu rumah di Jalan Laiya, Kelurahan Gaddong. Rustam Jufri, Kepala Seksi Pengendali Operasi dan Komunikasi Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Makassar, menyebutkan bahwa mereka baru menerima laporan dari Pak RT setempat ketika api sudah membesar.
"Sudah besar api baru dilihat. Kita belum tahu penyebabnya," ungkapnya saat diwawancarai di lokasi kejadian.
Anto (43), seorang buruh harian di pelabuhan, turut merasakan kepanikan yang sama. Dirinya terbangun oleh teriakan warga yang berusaha mengingatkan para tetangga. Anto pun segera membangunkan anak-anaknya dan melarikan diri keluar rumah.
Baca Juga: Kisah Noor Syaidah Perjuangan Si Manusia Kawat dengan Kulit Elastis yang Unik
"Saya buka pintu api sudah besar. Saya kasih bangun semua anak-anak, suruh lari," ceritanya sambil menatap reruntuhan yang dulunya tempat ia tinggal bersama keluarga. Dalam kondisi darurat, Anto keluar hanya dengan pakaian tidur yang melekat di tubuhnya, dan tak sempat membawa satu pun barang berharga.
"Habis semua. Tinggal ini saya pakai," ujarnya seraya menunjukkan celana pendeknya, sisa pakaian yang berhasil ia bawa keluar.
Artikel Terkait
Kisah Menakjubkan Si Manusia Pohon Dedi, Pria dengan Kutil Menyerupai Akar Pohon
Kisah Noor Syaidah Perjuangan Si Manusia Kawat dengan Kulit Elastis yang Unik
Tahukah Kamu? Api Abadi Desa Larangan Tokol Madura Keajaiban yang Tak Pernah Padam Meski Diguyur Hujan
Ini Fenomena Pasir Pink di Pantai Nomo dan Pulau Komodo yang Wajib Anda Tahu
Gudang RSUD Bahteramas Terbakar Akibat Percikan Api Mesin Las, Evakuasi Pasien Berlangsung Dramatis