Sulawesitoday - Pohuwato, Gorontalo, baru saja menjadi pusat perhatian netizen. Dunia maya dikejutkan dengan viralnya foto pernikahan sesama jenis yang diunggah oleh dua wanita, Dela Kasim dan Imelsa Mohammad. Foto tersebut memperlihatkan mereka dalam balutan pakaian adat Gorontalo, lengkap seperti pasangan pengantin pada umumnya.
Namun, kabar ini langsung memancing berbagai reaksi—dari rasa terkejut, penasaran, hingga protes. Tak sedikit yang mempertanyakan keaslian pernikahan tersebut.
Baca Juga: 16 Pelaku Curanmor Makassar Dibekuk, Incar Motor Tak Terkunci, 34 Motor dan 2 Mobil Diamankan
Faktanya, setelah ditelusuri, pernikahan tersebut hanyalah konten semata. Menurut Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pohuwato, Rais Abaidata, foto yang viral tersebut dibuat hanya sebagai bentuk kreasi konten, bukan acara pernikahan sungguhan.
"Iya, jadi ceritanya mereka hanya buat konten foto pernikahan. Mereka foto bersama pakai pakaian adat pernikahan Gorontalo," jelas Rais saat dihubungi oleh awak media pada Senin (28/10/2024).
Baca Juga: Perahu Santri Tenggelam Akibat Kelebihan Penumpang di Sungai Barito, 1 Tewas dan 2 Hilang
Konten ini sebenarnya diambil di Desa Marisa Utara, Kecamatan Marisa, Pohuwato, pada Minggu (27/10). Rais pun menuturkan bahwa ia sendiri terkejut saat mendengar berita ini pertama kali.
Mengira bahwa acara tersebut adalah pernikahan sungguhan, Rais langsung mengambil tindakan dengan menghubungi kepala-kepala Kantor Urusan Agama (KUA) di wilayahnya untuk memastikan kebenarannya.
Baca Juga: Cekcok Laporan Kerja Berujung Luka, Karyawan PDAM Ambon Diduga Dianiaya Rekan Sendiri
“Jujur saya pertama kaget mendengar informasi ini, saya kira nikah betul mereka ini ternyata tidak, saat itu saya langsung hubungi semua Kepala Kantor Urusan Agama (KUA),” ungkap Rais.
Kedua wanita tersebut juga telah dimintai klarifikasi mengenai maksud dari foto tersebut. Dalam keterangannya, Dela dan Imelsa menjelaskan bahwa foto yang tersebar itu hanya merupakan konten kreatif. Tujuannya tidak lain adalah untuk membuat sebuah konsep yang unik, meskipun tak disangka, justru menimbulkan kontroversi.
Baca Juga: Detik-Detik Kebakaran Hebat di Makassar Hanguskan 24 Rumah, Warga Bertaruh Nyawa di Tengah Api
Kasus ini menggarisbawahi bagaimana konten di media sosial sering kali menimbulkan kebingungan bagi masyarakat. Potret yang disajikan tampak begitu nyata, dan tak sedikit warganet yang langsung percaya tanpa menelusuri lebih jauh. Memang, di era digital saat ini, informasi sangat mudah tersebar dan cepat viral.
Sebuah gambar bisa menceritakan ribuan kata, tetapi kadang bisa menimbulkan persepsi yang salah jika tidak didukung oleh fakta yang jelas.