Sulawesitoday - Pada Minggu dini hari, 10 November 2024, pukul 04.20 WIB, wilayah Mimika, Papua Tengah diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan M4,8. Menurut laporan resmi BMKG, episenter gempa ini berada di daratan, tepatnya 66 km barat daya Nduga, Papua Pegunungan, pada kedalaman 10 km. Berdasarkan lokasinya yang dekat permukaan, gempa ini tergolong dangkal, yang biasanya memiliki potensi guncangan lebih kuat di wilayah sekitar episenter.
Jenis gempa yang mengguncang Mimika kali ini disebabkan oleh aktivitas sesar aktif, tepatnya dengan mekanisme pergerakan mendatar atau strike-slip. Pergerakan ini terjadi ketika lempeng tektonik bergeser secara horizontal, menciptakan guncangan di permukaan. Para ahli di BMKG menekankan bahwa mekanisme pergerakan mendatar ini adalah karakteristik sesar di wilayah tersebut.
Baca Juga: Kain Kafan Online Viral! Penjual Tawarkan Bonus Jahitan Renda, Netizen Heboh
Dampak dari gempa ini dirasakan di beberapa wilayah, seperti Mimika dan Timika, dengan skala intensitas II MMI. Pada skala ini, getaran terasa ringan, cukup dirasakan oleh beberapa orang, dan benda ringan yang tergantung akan bergoyang. Untungnya, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan dari daerah terdampak, baik di permukiman maupun bangunan fasilitas umum.
Menariknya, gempa ini juga tidak menimbulkan ancaman tsunami. Hasil pemodelan yang dilakukan BMKG menunjukkan bahwa kedalaman dan mekanisme gempa ini tidak mendukung munculnya gelombang tsunami, sehingga masyarakat sekitar tidak perlu khawatir dengan adanya potensi bahaya susulan dari laut.
Baca Juga: Fenomena Alam Sungai Eufrat Mengerikan, Benarkah Tanda Kiamat Semakin Dekat?
BMKG terus melakukan monitoring terhadap kemungkinan adanya gempa susulan. Hingga pukul 04.39 WIB, belum tercatat adanya aktivitas aftershock di sekitar episenter gempa. Meski begitu, BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dan mengikuti arahan dari sumber informasi resmi.
"Gempa seperti ini tidak berpotensi tsunami, tetapi tetap penting bagi warga untuk memastikan rumah atau bangunan tempat tinggal aman," tegas Dr. Daryono, Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG. Ia juga menyarankan agar warga menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat guncangan.
Baca Juga: Endorse Judi Online di Instagram, Mahasiswa Sulsel Ini Raup Jutaan per Bulan
Sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan, BMKG menghimbau masyarakat untuk hanya mengandalkan informasi dari kanal resmi, seperti akun media sosial BMKG, aplikasi mobile, atau website resmi. Hal ini penting mengingat seringnya informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan tersebar luas di saat-saat seperti ini. Terlebih lagi, masyarakat Papua Tengah perlu berhati-hati, mengingat lokasi mereka di daerah rawan gempa, yang sering kali memiliki potensi dampak serius jika gempa dengan intensitas lebih besar terjadi.