Sulawesitoday - Poros Maros-Bone di Tompo Ladang, Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, kembali akan ditutup total mulai besok, Senin (11/11). Penutupan ini diperlukan untuk memudahkan proses pemasangan material pada proyek jalan layang (elevated road) di ruas tersebut.
Pihak kepolisian dan otoritas proyek telah menegaskan bahwa penutupan sementara ini bertujuan mengurangi risiko dan memperlancar evakuasi material besar yang krusial bagi kelancaran pekerjaan.
Baca Juga: Ribuan Warga Padati Kampanye Ahmad Ali di Parigi, Gaet 20 Persen Dukungan Baru
Proyek jalan layang ini menargetkan perbaikan ruas jalan yang kerap dilanda kemacetan akibat tikungan tajam dan lebar jalan yang terbatas. Menurut Kasat Lantas Polres Maros Iptu Kamaluddin, penutupan direncanakan berlangsung selama 9 jam, mulai pukul 08.00 hingga 17.00 Wita.
"Besok hari Senin, Jalur Tompo Ladang tutup total. Ada loading material elevated di titik kedua," katanya. Pihak kepolisian akan ditempatkan di beberapa titik untuk membantu masyarakat, terutama dalam mengarahkan pengguna jalan ke jalur alternatif.
Bagi para pengguna jalan yang sehari-hari melintasi jalur ini, Iptu Kamaluddin menyarankan untuk mengambil rute lain selama penutupan berlangsung.
“Kami imbau untuk cari jalur alternatif selama proses loading material. Bisa lewat Bulukumba atau Bulu Dua,” ujarnya.
Baca Juga: BMKG: Gempa Dangkal M4,8 di Mimika Papua Tengah Akibat Sesar Aktif, Tanpa Ancaman Tsunami
Jalur alternatif yang disarankan, seperti poros Bulukumba-Makassar dan poros Bulu Dua Soppeng-Barru, dinilai lebih aman dan lancar selama penutupan jalan di Tompo Ladang.
Proyek jalan layang di Tompo Ladang ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan konektivitas di daerah tersebut.
Baca Juga: Kain Kafan Online Viral! Penjual Tawarkan Bonus Jahitan Renda, Netizen Heboh
Dengan anggaran sekitar Rp 138 miliar dari APBN, proyek ini diharapkan selesai akhir tahun ini. PPK 3.1 BBPJN Sulsel, Irwan AR, menjelaskan bahwa selain membangun jalan layang, proyek ini juga mencakup perbaikan dan pelebaran jalan untuk mengurangi kemacetan.
"Akhir tahun 2024 proyek itu rampung. Anggarannya Rp 138 miliar untuk pelebaran jalan dan elevated. Total (anggaran) jalan dan jembatan," jelas Irwan.