Baca Juga: Kasus Tragis di Kronjo: Bocah Dituding Mencuri, Disetrum hingga Trauma
Setelah insiden tersesat tersebut, KM Cahaya Rezeky akhirnya menemukan rombongan tim SAR yang mengawal mereka hingga mencapai tujuan. Meski terlambat, kapal dan seluruh penumpang akhirnya tiba di Pulau Salissingan dengan selamat.
Kapal KM Cahaya Rezeky sendiri adalah kapal nelayan sederhana dengan panjang 9 meter, berwarna putih dan biru. Penumpangnya terdiri dari seorang juragan kapal bernama Jumaedi (58), dua guru yaitu Suhaeni (54) dan Ismi (34), seorang kepala sekolah, tenaga medis, dan seorang anak kecil bernama Alman (3), yang merupakan anak dari Jupri, tenaga medis di Puskesmas Salissingan.
Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi para pelaut, terutama dalam memastikan arah yang dituju sebelum berlayar jauh. Pengalaman ini pun mengingatkan akan pentingnya bantuan teknologi navigasi yang lebih akurat, terlebih di perairan yang luas dan minim tanda.