Sulawesitoday - Di Desa Tombulilato, Kecamatan Bone Raya, terdapat kisah pilu dari 61 siswa SDN 1 Bone Raya. Lima tahun sudah mereka belajar di bangunan bekas masjid setelah sekolah mereka hancur akibat banjir bandang pada 2020. Bangunan itu jauh dari kata layak. Spanduk sederhana di dinding menjadi penanda bahwa tempat itu adalah sekolah.
Mengapa pemerintah tak segera memperbaiki gedung sekolah? Ini menjadi pertanyaan yang menggantung bagi para guru dan siswa. Riskawati Pakaya, salah satu guru di SDN 1 Bone Raya, menyampaikan keprihatinannya, "Kami tinggal di masjid lama yang sudah tidak dipakai, namun tetap harus bayar sewa." Kenyataan ini memaksa mereka berpindah-pindah sebelum menetap di lokasi sekarang.
Ruang Belajar yang Memprihatinkan
Bangunan bekas masjid itu memiliki pembagian ruang yang seadanya. Papan kayu digunakan sebagai sekat antar kelas. Bahkan, banyak siswa harus duduk melantai karena terbatasnya meja dan kursi. Kondisi ini jelas tidak mendukung proses belajar mengajar yang optimal.
Dengan delapan guru, dua tenaga teknis, dan kepala sekolah, mereka berjuang memastikan pendidikan tetap berjalan. Namun, lahan sekolah yang rusak kini dipenuhi semak belukar, menyisakan kenangan pahit dari masa sebelum banjir bandang menghancurkan segalanya. "Gedung sekolah itu sudah tidak memungkinkan lagi digunakan," tambah Riskawati.
Baca Juga: Guru Supriyani: Bebas dari Tuduhan, Gagal Jadi PPPK Meski Dijanjikan Mendikdasmen
Upaya Pemerintah yang Tersendat
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bone Bolango, Adrien Andjar, mengaku telah meninjau lokasi dan menyusun rencana pembangunan kembali. Namun, hingga kini, realisasinya masih terhalang regulasi yang tak dijelaskan secara rinci. "Kami akan membangun sekolah di lahan baru yang sudah tersedia sejak 2022," katanya.
Sayangnya, janji ini belum membuahkan hasil nyata. Guru dan siswa hanya bisa berharap proses pembangunan benar-benar dimulai tahun ini. Namun, sampai kapan mereka harus menunggu?
Harapan dan Ajakan untuk Perubahan
Riskawati dan rekan-rekannya berharap pemerintah, baik pusat maupun daerah, segera mengambil tindakan konkret. "Semoga kami mendapatkan bangunan sekolah yang layak seperti sebelumnya," ucapnya dengan penuh harap. Situasi ini menjadi pengingat pentingnya prioritas terhadap pendidikan, terutama di wilayah yang terdampak bencana.
Sebagai masyarakat, Anda juga bisa berkontribusi untuk perubahan. Tekan pemerintah melalui diskusi publik, atau dukung gerakan lokal untuk membantu siswa di SDN 1 Bone Raya.
Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday.
Jangan Ketinggalan Berita Eksklusif Lainnya! Yuk, cek langsungdi Google News Sulawesitoday.