Sulawesitoday - Sejumlah warga yang menamakan diri Fraksi Mahasiswa dan Gerakan Anti Korupsi (Gertak) Sulawesi Barat mendatangi Kantor Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Mamuju pada Jumat sore. Aksi unjuk rasa ini merupakan buntut dari kelangkaan tabung gas melon bersubsidi 3 kilogram yang terjadi di wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir.
Koordinator aksi, Ahmad, mengungkapkan bahwa kondisi ini sangat meresahkan masyarakat kecil. Menurutnya, harga tabung gas di tingkat eceran melonjak hingga Rp 40 ribu per kilogram, jauh di atas harga normal.
Ahmad menyatakan, "Sekarang ini harga tabung gas melon sampai Rp 40 ribu. Akhirnya masyarakat menjadi tumbal kesulitan dapat tabung gas."
Para demonstran menduga pihak Disdag Mamuju belum melakukan langkah konkret untuk mengatasi masalah kelangkaan ini. Mereka meminta agar Disdag segera mengambil tindakan tegas demi mengembalikan stabilitas pasokan gas melon di Mamuju. Ahmad menegaskan, jika tidak ada solusi, mereka akan melanjutkan aksi unjuk rasa ke kantor Pertamina.
Menanggapi tuntutan tersebut, Kepala Bidang Penguatan dan Pengawasan Sarana Distribusi Pemasaran Disdag Mamuju, Imam Kholil, menyatakan bahwa seharusnya kelangkaan tidak terjadi. Pasalnya, hampir setiap hari ada lebih dari 7 ribu tabung gas melon yang disalurkan ke berbagai wilayah di Mamuju.
"Hampir tiap hari ada 7 ribu tabung gas tersalur dan seharusnya tidak ada kelangkaan," ujar Imam.
Ia juga menjelaskan bahwa hasil investigasi sementara menunjukkan bahwa tabung gas masih tersedia di sejumlah pangkalan. Namun, tidak dijelaskan lebih lanjut mengenai penyebab pasti terjadinya kelangkaan di tingkat konsumen.
Masalah ini menyoroti pentingnya pengawasan distribusi tabung gas melon yang bersubsidi. Kelangkaan pasokan sering kali memicu lonjakan harga yang berdampak langsung pada masyarakat kecil. Langkah-langkah pencegahan seperti inspeksi rutin dan evaluasi terhadap pangkalan perlu dilakukan lebih intensif agar kejadian serupa tidak terulang.
Sebagai warga, Anda tentu berharap agar pihak terkait segera menemukan solusi. Pertanyaan yang muncul kemudian, apakah distribusi gas bersubsidi ini benar-benar diawasi dengan baik? Ataukah ada faktor lain seperti penimbunan yang menyebabkan kelangkaan?
Mungkin inilah saatnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan Pertamina lebih ditingkatkan guna memastikan pasokan aman dan harga tetap terjangkau.
Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday
Jangan Ketinggalan Berita Eksklusif Lainnya! Yuk, cek langsung di Google News Sulawesitoday.
Artikel Terkait
Jaringan Narkoba Sulsel Terungkap: Tiga Pelaku Ditangkap dengan Barang Bukti 3,3 Kilogram Sabu
Perbaikan Stop Kran PDAM Parepare: Pemeliharaan Infrastruktur Berdampak di 20 Titik
Pj Bupati Richard Djanggola: Pelantikan Abdurin Kabupaten adalah Harapan Baru Petani Durian Parigi Moutong
Kemenkum Sulteng Optimalkan Portal Publik Demi Pelayanan Berkualitas
Aksi Bejat Berkali-kali, Pria 60 Tahun Rudapaksa Remaja 14 Tahun Hingga Hamil Akhirnya Tertangkap di Polewali Mandar