Data LPSE Bongkar Fakta Kontras dengan Pernyataan Kepala BPBJ: Tender Jalan di Parigi Moutong 2023 Didominasi Penawaran Rendah

waktu baca 2 menit
Foto: Data LPSE menunjukkan penawaran tender rendah di proyek jalan Kabupaten Parigi Moutong tahun 2023, berbeda dengan pernyataan Kepala BPBJ yang menyebutkan penawaran di atas 10 persen. Kepala BPBJ menegaskan proses tender mengikuti SOP yang berlaku.
Home > Berita Pilihan > Data LPSE Bongkar Fakta Kontras dengan Pernyataan Kepala BPBJ: Tender Jalan di Parigi Moutong 2023 Didominasi Penawaran Rendah

Data LPSE Bongkar Fakta Kontras dengan Pernyataan Kepala BPBJ: Tender Jalan di Parigi Moutong 2023 Didominasi Penawaran Rendah

Pernyataan Kepala BPBJ Tidak Sesuai Data LPSE

Sulawesitoday – Pada tahun 2023. Proyek peningkatan jalan di Kabupaten Parigi Moutong. Menunjukkan hasil berbeda dengan pernyataan Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) setempat.

Berdasarkan data dari website LPSE. Sebagian besar tender dimenangkan dengan penawaran di bawah 1 persen dari pagu anggaran.

Penawaran Rendah Dominasi Proyek 2023

Data LPSE mengungkapkan. Enam proyek peningkatan jalan di Kabupaten Parigi Moutong pada tahun 2023. Semuanya dimenangkan dengan penawaran tender proyek yang sangat rendah.

Misalnya, proyek peningkatan jalan Buanasari-SMA Tolai. Dengan pagu anggaran Rp3 miliar. Dimenangkan dengan penawaran Rp2.995.392.066, hanya 0,15 persen di bawah pagu.

Begitu pula dengan proyek lainnya. Seperti Jalan Gio-Tulandengi dan Jalan Pembuni-Bronjong. Yang masing-masing memiliki buangan hanya 0,93 persen dan 0,53 persen.

Proyek 2024 Menunjukkan Variasi Penawaran

Sementara itu, proyek peningkatan jalan tahun 2024 menunjukkan variasi penawaran yang lebih besar.

Terdapat proyek dengan penawaran tinggi seperti Jalan Tolai-Terminal. Yang memiliki buangan 13,46 persen dari pagu anggaran sebesar Rp2.750.000.000.

Kepala BPBJ Membantah Tuduhan

Pada 9 Juli 2024. Kepala BPBJ Parigi Moutong, Moh. Afliyanto Hamzah. Menegaskan tudingan mengenai perusahaan memenangkan tender. Dengan penawaran hanya 2 hingga 3 persen dari pagu anggaran tidaklah benar.

“Jika ada yang menawar hanya dua atau tiga persen dari pagu anggaran. Mohon maaf, (red, mereka tidak akan memenangkan tender),” tegasnya.

Ia juga menambahkan sejak ia menjabat pada tahun 2022. Semua proses tender telah dijalankan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.

Proses Evaluasi dan Pengaturan Tender

Afliyanto menjelaskan dalam sistem saat ini. Meskipun ada 12 perusahaan yang menawar, hanya tiga besar yang dievaluasi lebih lanjut.

“Sisanya tidak perlu dievaluasi lagi,” jelasnya.

Ia juga menyatakan tender bersifat terbuka. Dan bisa diikuti oleh perusahaan manapun di Indonesia.

Kesimpulan

Meskipun pernyataan Kepala BPBJ menyebutkan mayoritas penawaran tender di atas 10 persen. Data LPSE menunjukkan fakta berbeda. Terutama untuk proyek tahun 2023 yang didominasi penawaran rendah.

Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai kesesuaian antara pernyataan pejabat dan data yang ada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *