Sulawesitoday - Maraknya penipuan digital kembali menyita perhatian, terutama modus baru yang menyasar pengguna Google Maps.
Penipuan ini telah menimbulkan kerugian material bagi masyarakat yang tidak waspada, dengan mengincar kebutuhan darurat, transaksi sewa tempat tinggal, dan kepercayaan terhadap bisnis lokal.
Modus pertama yang mulai mencuat adalah pembuatan Daftar Bisnis Palsu. Penipu dengan lihai membuat profil bisnis palsu yang menawarkan layanan darurat, seperti tukang kunci, derek mobil, hingga jasa tambal ban.
Setelah korban menghubungi nomor yang tercantum, mereka langsung dihadapkan dengan tarif yang jauh melampaui standar normal, sehingga menimbulkan kecurigaan dan kerugian finansial.
Tak berhenti di situ, pelaku juga memasukkan Nomor Kontak Palsu dalam profil bisnis atau instansi pelayanan publik.
Nomor yang disematkan, termasuk melalui WhatsApp, membawa korban ke transaksi yang meragukan atau mengarahkan mereka untuk memberikan informasi pribadi.
Hal ini membuka celah bagi pencurian data yang berpotensi disalahgunakan di kemudian hari.
Jenis penipuan lain yang tak kalah mengancam adalah Penipuan Sewa Tempat Tinggal. Penipu menawarkan kost, apartemen, atau rumah kontrak dengan menampilkan foto-foto yang telah direkayasa.
Korban yang tergiur harus membayar uang sewa di muka tanpa kesempatan memverifikasi kondisi atau keberadaan fisik properti tersebut, akhirnya justru kehilangan uang dan kesempatan mendapatkan tempat tinggal yang aman.
Selain itu, pelaku juga memanfaatkan fitur “suggest an edit” di Google Maps untuk melakukan Manipulasi Informasi Bisnis. Dengan cara ini, kontak asli dari suatu bisnis digantikan oleh nomor palsu yang langsung mengarahkan calon pelanggan ke penipuan.
Terakhir, muncul pula tawaran Jasa Review Palsu yang menjanjikan peningkatan rating bisnis dengan imbalan tertentu. Praktik semacam ini tidak hanya merugikan konsumen, tetapi juga melemahkan integritas ulasan yang seharusnya menjadi acuan.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi informasi.
Baca Juga: Google Maps Optimalkan Navigasi, Cegah Kemacetan dan Hindari Risiko Kecelakaan
Langkah pencegahan seperti memeriksa keaslian nomor telepon, mengkonfirmasi alamat melalui kunjungan langsung atau video call, dan menggunakan sumber resmi menjadi kunci agar tidak terjebak dalam jeratan penipuan.
Artikel Terkait
SPBU Ampibabo Jadi Sorotan Usai Utamakan Pengisian Jergen
Resmi Dilantik! PPK, PPS, dan KPPS Siap Kawal Pemilu di Parigi Moutong
Video Viral Ungkap Teks Tak Pantas di SPBU Pertamina, Warga Kaget!
Pemprov Alokasikan Rp123,8 Miliar untuk Gaji, 2.401 Tenaga Honorer Jadi PPPK di Sulteng
Banjir Melanda Desa Korompeeli, Morowali Utara: Evakuasi Cepat di Tengah Curah Hujan Tinggi