• Selasa, 21 Juli 2026

SPBU Ampibabo Jadi Sorotan Usai Utamakan Pengisian Jergen

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Senin, 31 Maret 2025 | 20:15 WIB
Viral di medsos, netizen kritik pelayanan SPBU Ampibabo di Parigi Moutong yang utamakan isi “Jergen” dibandingkan kendaraan bermotor yang lama mengantri.
Viral di medsos, netizen kritik pelayanan SPBU Ampibabo di Parigi Moutong yang utamakan isi “Jergen” dibandingkan kendaraan bermotor yang lama mengantri.

Sulawesitoday - Sebuah unggahan yang viral di media sosial kembali memancing sorotan publik mengenai pelayanan di SPBU Ampibabo, Parigi Moutong.

Isu ini muncul dari keluhan tajam yang dilontarkan oleh @Reskie S, yang menyatakan ketidakadilan dalam penanganan antrian pengisian bahan bakar.

Menurutnya, “dimohon pemerintah untuk menindak lanjuti pertamina ampibabo kami pengendara bermotor yang jalan jauh antri isi pertalite namun pihak Pertamina lebih mengutamakan menerima Jergen untuk diisi dibandingkan kendaraan bermotor yang sudah lama mengantri.”

Unggahan tersebut menyiratkan adanya perbedaan perlakuan yang tidak seimbang, terutama menjelang momentum pulang kampung.

Video yang mengiringi unggahan itu menampilkan antrian panjang kendaraan bermotor yang tampak semakin frustasi, sementara kendaraan jenis “Jergen” tampak mendapatkan prioritas istimewa.

Fenomena ini tentu menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, khususnya para pengendara yang merasa dirugikan akibat praktik diskriminatif tersebut.

Reaksi netizen semakin menggema. @Adi Putra A berkomentar dengan tegas, “Viral kan supaya di cabut izin nya,” sebuah seruan yang mencerminkan tuntutan agar pihak berwenang memberikan sanksi berat kepada SPBU tersebut.

Demikian pula, @Nurjana N mengungkapkan bahwa “Jergen di utamakan karena ada uang pengisianya,” mengisyaratkan motif finansial sebagai pendorong utama kebijakan tersebut. Tak ketinggalan, @Gus R mengimbau agar video tersebut terus disebarluaskan dan dijadikan bahan evaluasi bersama pihak pemerintah setempat.

Baca Juga: Tawuran Usai Salat Id di Senen, Kepulan Asap dan Kejar-kejaran Hebohkan Warga

Fenomena pengutamaan kendaraan jenis “Jergen” ini kian mencuat sebagai isu krusial yang menyangkut integritas pelayanan publik di sektor energi. Masyarakat pun menuntut agar otoritas segera mengambil langkah tegas untuk mengembalikan prinsip keadilan dan transparansi dalam setiap layanan yang diberikan. Sejumlah pihak berharap agar tindakan tegas segera diambil, guna menghindarkan praktik-praktik serupa yang dapat merusak kepercayaan publik.

Dengan semakin meluasnya protes digital, tekanan bagi penyedia layanan agar segera melakukan perbaikan semakin kuat.

Sementara itu, pihak SPBU akhirnya buka suara melalui pesan singkat messenger. Dalam klarifikasinya, petugas yang tidak ingin disebutkan namanya menyatakan bahwa pengisian jeriken yang terlihat dalam video tersebut adalah milik seorang nelayan yang memiliki surat rekomendasi dengan barcode resmi. "Kami tidak berani mengisi jeriken jika tidak ada rekomendasi. Itu pun hanya satu jeriken, dan nelayan tersebut meminta tolong karena besok ia harus turun melaut," jelas petugas tersebut.

Ia juga menambahkan bahwa stok bahan bakar di SPBU Ampibabo sedang terbatas karena belum ada pasokan baru. "Hari ini posisi minyak tidak masuk, jadi kami harus mengatur antrean sebaik mungkin. Kendaraan tetap diutamakan, apalagi di masa Lebaran seperti ini antrean selalu panjang," katanya.

Meski sudah ada klarifikasi dari pihak SPBU, perdebatan di media sosial masih terus berlangsung. Beberapa netizen mempertanyakan transparansi dalam pengelolaan distribusi bahan bakar, sementara yang lain menilai bahwa isu ini perlu ditelusuri lebih lanjut oleh otoritas terkait.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini