Sulawesitoday - Musim haji tahun ini di Tanah Suci kembali diwarnai cerita pilu. Puluhan jamaah haji asal Sulawesi Tengah (Sulteng) dilaporkan terlantar tanpa tenda di Arafah, saat mereka tiba di lokasi untuk melaksanakan wukuf.
Pemandangan miris ini sontak memantik amarah publik setelah videonya viral di media sosial.
Peristiwa ini pertama kali mencuat ke permukaan pada Jumat malam, 6 Juni 2015, ketika akun Facebook @Sayed Iskandar Bafagih mengunggah sebuah video yang memperlihatkan jamaah haji, baik laki-laki maupun perempuan, duduk bahkan terlelap di jalanan hanya beralaskan karpet seadanya.
Rekaman itu cepat menjalar, mengundang riuh komentar netizen yang mempertanyakan bobroknya persiapan haji tahun ini.
"Kasihan...kenapa bisa begini? Mungkin mereka terpisah dari rombongan...dulu semua dapat tenda sesuai kloternya/rombongannya," tulis akun @Yekti Indarti, mencoba mencari jawaban di tengah kebingungan.
Namun, komentar itu segera dibalas oleh @Sribulan Damran. "Itu dulu kak. Sekarang bisa saja tidak dapat tenda, karena jamaah tahun 2025 ini rekor terbanyak sepanjang sejarah." Argumentasi tentang jumlah jamaah yang membludak menjadi salah satu dugaan awal.
Namun, @Sayed Iskandar Bafagih, pengunggah video, menyingkap fakta lain yang lebih mengejutkan. "Ada tendanya dibongkar petugas Arab Saudi karena tidak sesuai aturan standar tenda," ungkapnya, memantik pertanyaan lanjutan dari @Jonni Firdaus, "kenapa bisa tidak standar?"
Situasi ini memicu gelombang kritik pedas terhadap pihak penyelenggara.
Akun @POKDAKAN LENTORA tidak bisa menyembunyikan kekesalannya. "Kalau banyak begitu bukan hasil dari perbuatan (individu) kali... Itu pengurusnya saja yang tidak becus... Bayar mahal-mahal tapi tidak diberikan fasilitas yang layak.... Kalau hasil dari perbuatannya itu individunya sendiri, bukan berjamaah seperti ini.. Karena yang terlantar itu bukan cuma 1 orang, tapi dari beberapa kabupaten termasuk Sigi... Maaf bila saya tidak setuju dengan pendapat Anda."
Sentimen ini diamini oleh @Erwin S, yang menyatakan, "memang bukan jamaahnya tapi petugasnya perlu dibayar lebih fokus lagi."
Baca Juga: Visa Furoda Disoal Ketua MUI ke Menteri Haji Saudi, Antara Penataan dan Keresahan Jemaah
Di tengah carut-marut ini, doa dan harapan baik tetap mengalir deras.
@Betris Betris menulis, "Semoga jamaah Sulteng selalu dalam lindungan Allah SWT dan menjadi haji mabrur, Aamiinn."
Insiden ini tak pelak menjadi catatan kelam, menguak kembali pertanyaan klasik: apakah penyelenggaraan haji, yang menjadi dambaan jutaan umat, sudah benar-benar siap menghadapi segala kemungkinan?
Artikel Terkait
Bupati Erwin Burase: Qurban Presiden Bukti Kehadiran Negara di Parigi Moutong
Komunikasi Senyap Istana, Prabowo Dorong RUU Perampasan Aset Lewat Ketum Parpol
Raja Ampat di Persimpangan Tambang, Otoritas Daerah Tak Berdaya Lindungi Surga Bahari
Washington Putar Otak Gelontorkan Bantuan 8 Triliun Rupiah untuk Gaza Via GHF
Visa Furoda Disoal Ketua MUI ke Menteri Haji Saudi, Antara Penataan dan Keresahan Jemaah