Meski secara tahunan inflasi tetap tercatat 2,61 persen—sebagian besar karena cabai rawit, ikan cakalang, dan ikan layang—angka ini masih terbilang terkendali.
Inflasi tahunan Sulteng pada Mei 2025 tercatat 2,61 persen, dan turun lagi menjadi 2,47 persen pada Juni 2025. Angka inflasi ini masih dalam rentang wajar dan tak menunjukkan tekanan ekstrem secara regional.
Namun, lonjakan harga tomat dan cabai di pasar Parigi Moutong ini bak riak kecil yang bikin geger di tengah lautan data makro yang tenang. Sebuah pemandangan yang kontras dan patut jadi perhatian serius.
Pemerintah daerah kini diharapkan tak berdiam diri. Langkah cepat dan tepat diperlukan untuk menstabilkan harga, memastikan ketersediaan stok pangan di pasar-pasar lokal, dan meredam jeritan dompet warga yang tercekik oleh harga tomat dan cabai di pasar Parigi Moutong.
Artikel Terkait
Buka-bukaan di KPK, Menteri Maman Abdurrahman Klarifikasi Soal Biaya Liburan Istri ke Eropa - Tegaskan Pakai Dana Pribadi
Negara dan Konsumen Kehilangan Triliunan Rupiah Akibat Mafia Beras Oplosan, Bagaimana Modusnya?
DPRD Parigi Moutong Pertanyakan Nasib Pasar Tematik yang Belum Berfungsi
Polda Sulteng Lanjutkan Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen Tambang, Gubernur Anwar Hafid Terseret?
Jeneponto Geger, Penipu Hipnotis Berkedok Tabib Palsu Dibekuk - Korban Kehilangan Jutaan Rupiah dan Perhiasan