• Selasa, 21 Juli 2026

Kronologi Lengkap Guru Ngaji di Morowali Utara Dilukai, Terduga Pelaku Ditangkap saat Kabur, Ternyata Pengguna Narkoba

.
Amirullah, Sulawesi Today
- Senin, 25 Agustus 2025 | 12:09 WIB
Kronologi Lengkap Penikaman Guru Ngaji di Morowali Utara: Terduga Pelaku Ditangkap saat Kabur, Ternyata Pengguna Narkoba - Sulawesitoday.com
Kronologi Lengkap Penikaman Guru Ngaji di Morowali Utara: Terduga Pelaku Ditangkap saat Kabur, Ternyata Pengguna Narkoba - Sulawesitoday.com

Sulawesitoday - Sebuah insiden mengerikan pecah di tengah kekhusyukan salat subuh berjamaah. Seorang guru ngaji, Muhammad Jumali, tiba-tiba ditikam. Ia sedang memimpin salat. Peristiwa ini terjadi di Masjid Baiturrahman, Desa Tompira. Waktu menunjukkan pukul 04.45 WITA. Suara takbiratul ikhram bergema, lalu detik berikutnya berganti menjadi jeritan. Seseorang menusuk korban di bagian perut. Penyerangan itu berlangsung cepat.

Jemaah yang berada di belakang shaf korban kaget. Mereka segera bertindak. Pelaku penikaman berupaya kabur. Namun, jemaah sigap mengejarnya. Mereka berhasil menangkap pelaku di area masjid. Amarah massa pecah. Pelaku menjadi bulan-bulanan warga. Ia dihajar habis-habisan. Aparat kepolisian yang datang segera mengamankan pelaku. Kondisinya babak belur.

"Telah terjadi penikaman kepada Ustadz dan guru Ngaji di Masjid Baiturahaman pagi tadi," ujar KBO Reskrim Iptu Theodorus Resupal S.H. mewakili Kasatreskrim. "Pelaku sempat ingin melarikan diri, namun langsung ditangkap jemaah." Iptu Theo melanjutkan, pihaknya langsung menuju lokasi setelah mendengar informasi. "Kami langsung mengamankan Pelaku yang sudah babak belur dihakimi massa."

Identitas pelaku terkuak. Ia berinisial AL. Umurnya baru 23 tahun. Pelaku diketahui berasal dari Desa Balaang, Kabupaten Banggai. Barang bukti juga telah diamankan. Dari tangan pelaku, polisi menyita sebilah pisau (badik) dan satu unit ponsel. Semua barang bukti tersebut kini dalam proses penyidikan.

Motif penikamann ini masih belum jelas. Pengakuan pelaku kepada penyidik terus berubah-ubah. Fakta mengejutkan justru terungkap dari hasil pemeriksaan. Iptu Theo mengonfirmasi, hasil tes urine pelaku positif menggunakan narkoba. Pihaknya menduga kuat ada pengaruh obat-obatan terlarang. Selain itu, korban dan pelaku dikabarkan tidak saling kenal. Mereka tidak memiliki masalah pribadi. Kasus ini pun semakin rumit.

"Motif pelaku masih kami dalami karena pengakuan dari pelaku sering berubah-ubah," tambah Iptu Theo. Saat ini, Muhammad Jumali telah mendapatkan perawatan. Ia sempat dibawa ke Klinik Krisna, Desa Bunta. Kemudian, korban dirujuk ke RSUD setempat. Kondisinya kritis namun stabil.

Kapolres Morowali Utara, Akbp Reza Khomeini, S.I.K, juga angkat bicara. Melalui pesan singkat, ia membenarkan kejadian itu. "Pelaku telah diamankan di Mako Polres," tulisnya. "Untuk motifnya masih didalami oleh para penyidik." Akbp Reza menambahkan, pemeriksaan terhadap saksi-saksi juga telah dilakukan. Pelaku kini ditahan dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Pihak kepolisian mengimbau. Warga diharapkan tetap tenang. Jangan mudah terprovokasi isu-isu yang beredar. Insiden ini murni masalah kriminal. Pelaku telah ditahan. Penanganan kasus sepenuhnya dipercayakan kepada aparat hukum. Sebuah kisah tragis di awal pekan. Peristiwa yang mengoyak ketenangan sebuah desa. Sekaligus menjadi pengingat, bahwa kejahatan bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Bahkan di rumah ibadah sekalipun.

Baca Juga: Analisis Dampak Lingkungan Kebocoran Pipa PT Vale, Perjuangan Panjang Pemulihan Ekosistem di Luwu Timur - Estimasi Kerugian Ekonomi Bisa Capai Rp169 M

Editor: Amirullah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini