Pembangunan infrastruktur pelabuhan senilai Rp 8,5 triliun ini diproyeksikan menciptakan lapangan kerja baru. Sekitar 2.000 pekerja lokal dibutuhkan untuk operasional pelabuhan setelah selesai konstruksi.
"Kami berharap ada win-win solution," kata Widodo. "Pelabuhan berkembang, nelayan juga sejahtera."
Tanggul beton sepanjang 3 kilometer yang viral di media sosial memang bukan sekadar pembatas. Struktur itu merupakan bagian integral dari dermaga modern yang akan melayani kapal kargo hingga 50.000 DWT.
Dalam dua tahun ke depan, nasib ratusan keluarga nelayan Cilincing akan menentukan apakah pembangunan infrastruktur dapat berjalan selaras dengan keberlanjutan ekonomi rakyat. Sebuah ujian nyata bagi komitmen pembangunan berkelanjutan di ibu kota.
Baca Juga: Ketua BEM UI Sebut Indonesia di Ambang Ledakan Sosial: Belajar dari Kericuhan Gen Z Nepal
Artikel Terkait
Hujan Deras Picu Longsor Jalur Kebun Kopi, Lalu Lintas Parigi Moutong Lumpuh
Terobosan Hukum Budaya, Parigi Moutong Sosialisasikan Perda Penyelenggaraan Kebudayaan Daerah
KPK Bongkar Skema Splitting Kuota Haji 2024, Kapusdatin BP Haji Diperiksa Intensif
KPK Periksa Nizar Ali Terkait Korupsi Kuota Haji 2023-2024, Kerugian Negara Capai Rp1 Triliun
Ketua BEM UI Sebut Indonesia di Ambang Ledakan Sosial: Belajar dari Kericuhan Gen Z Nepal