• Selasa, 21 Juli 2026

Menteri Purbaya Berantas Rokok Ilegal Berskala Nasional, Target Supplier Besar hingga Internal Bea Cukai

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Selasa, 23 September 2025 | 12:55 WIB
Purbaya luncurkan operasi besar berantas rokok ilegal. Target supplier, marketplace, hingga pegawai internal yang terlibat korupsi
Purbaya luncurkan operasi besar berantas rokok ilegal. Target supplier, marketplace, hingga pegawai internal yang terlibat korupsi

Ancaman terhadap pegawai sendiri menunjukkan keseriusan pemberantasan korupsi internal. Bea Cukai dan Departemen Keuangan menjadi sorotan utama.

"Kalau ada kecurangan, mungkin kita akan dapat banyak orang di situ, nanti yang terlibat akan kita sikat termasuk kalau ada dari Bea Cukai maupun orang departemen keuangan," tegasnya.

Langkah berani ini mencerminkan komitmen untuk membersihkan institusi dari dalam. Sebuah pendekatan yang jarang dilakukan menteri sebelumnya.

  • Konteks Perlindungan Industri Domestik

Dibalik operasi pemberantasan ini, terdapat agenda lebih besar. Purbaya ingin melindungi industri rokok dalam negeri dari serbuan produk ilegal luar negeri.

Sebelumnya, dalam kunjungan ke Direktorat Jenderal Pajak, Purbaya menyinggung tingginya cukai rokok Indonesia. "Cukai rokok gimana? Sekarang berapa rata-rata? 57 persen wah tinggi amat, Firaun lu?" ujarnya spontan.

Perbandingan dengan "Firaun" ini mencerminkan keprihatinannya terhadap beban pajak yang terlalu tinggi. Namun, ia berjanji melindungi pasar domestik meski cukai tidak turun.

"Turun apa enggak (tarif cukai), kalau misal enggak turun tapi pasar mereka saya lindungi. Dalam artian yang online-online, yang putih, yang palsu saya larang di sana," jelasnya.

  • Dilema Antara Pajak dan Perlindungan Industri

Purbaya mengakui adanya ironi dalam kebijakan rokok selama ini. Negara menarik ratusan triliun dari industri rokok, namun tidak memberikan perlindungan memadai.

"Enggak fair kadang kita narik ratusan triliun pajak dari rokok, sementara mereka enggak dilindungi. Kita membunuh industri kita, masuk palsu dari luar negeri, di sana kerja, di sini dibunuh," kritiknya tajam.

Filosofi baru yang diusung Purbaya adalah "mendingan gue hidupin yang sini, sana yang dibunuh." Sebuah pendekatan proteksionis yang kontroversial namun pragmatis.

Langkah ini menandai perubahan paradigma kebijakan fiskal Indonesia. Dari yang sebelumnya cenderung liberal, kini bergeser ke arah perlindungan industri strategis domestik.

Baca Juga: Tragedi Mi Instan di Cakung, Suami Terancam Hukuman Mati Usai Bakar Istri hingga Tewas

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Artikel Terkait

Terkini