-
Pesan di Balik Palu Hakim
Ketukan palu hakim Selasa lalu bukan akhir cerita. Ini awal dari pemulihan panjang bagi korban. Juga peringatan keras bagi potensial pelaku.
Jabatan dan kekuasaan bukan tameng. Hukum tetap menjangkau siapa saja. Komitmen institusi penegak hukum diuji dalam kasus ini. Mereka harus konsisten ke depannya.
Fajar kini harus merenungi perbuatannya di balik jeruji. Sembilan belas tahun adalah waktu yang panjang. Cukup untuk menyesali setiap kesalahan yang diperbuat. Namun apakah itu cukup menebus dosa?
Kasus pelecehan seksual anak oleh oknum Polri ini meninggalkan luka kolektif. Institusi harus berbenah dari dalam. Seleksi personel perlu lebih ketat. Pengawasan internal harus diperkuat.
Di sisi lain, masyarakat juga punya peran. Jangan ragu melaporkan kejahatan seksual. Lindungi anak-anak dari predator berkedok apapun. Kepercayaan buta pada jabatan harus dihilangkan.
Artikel Terkait
Rp13 Triliun Sitaan Korupsi Ekspor CPO Dialihkan ke Dana Beasiswa LPDP
Prabowo Tegur Pejabat Lemah Iman: Keluarga Ikut Menderita Akibat Korupsi dan Penyimpangan Hukum
Rosan Roeslani Sebut BUMN Manipulasi Laporan Keuangan, Dividen Dibayar dengan Utang Bank
Pekerja Tambang Rakyat di Parigi Moutong Wajib Kantongi BPJS Ketenagakerjaan, Tak Ada Toleransi Lagi
Menkeu Kritik Keras Dana APBD Mengendap di Bank Hingga Ratusan Triliun Rupiah, Ekonomi Rakyat Butuh Stimulus