• Selasa, 21 Juli 2026

Rp13 Triliun Sitaan Korupsi Ekspor CPO Dialihkan ke Dana Beasiswa LPDP

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Senin, 20 Oktober 2025 | 21:34 WIB
Prabowo instruksikan Menkeu kelola Rp13 T hasil sitaan korupsi CPO untuk beasiswa LPDP. Dana koruptor kini cerdaskan bangsa.
Prabowo instruksikan Menkeu kelola Rp13 T hasil sitaan korupsi CPO untuk beasiswa LPDP. Dana koruptor kini cerdaskan bangsa.

Sulawesitoday - Uang haram kini bertransformasi. Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengelola dana Rp13 triliun hasil sitaan korupsi ekspor minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO). Instruksi disampaikan langsung dalam sidang kabinet di Istana Negara pada Senin, 20 Oktober 2025. Dana tersebut bakal menjadi suntikan segar bagi sektor pendidikan, khususnya untuk program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Penyerahan dana triliunan rupiah itu dilakukan langsung oleh Kejaksaan Agung. Kejagung menyerahkan hasil kerja keras pemberantasan korupsi ke tangan Menkeu. "Mungkin yang Rp13 triliun disumbangkan atau diambil oleh Jaksa Agung hari ini diserahkan ke Menteri Keuangan," ujar Prabowo di hadapan jajaran kabinet. Kata "mungkin" yang ia ulang-ulang menunjukkan kehati-hatian. Atau mungkin ada nada skeptis? Bisa jadi keduanya.

Transisi dari kantong koruptor ke kas pendidikan bukan tanpa rencana. Prabowo menegaskan sebagian dana akan dialokasikan khusus ke LPDP. Program beasiswa bergengsi itu telah melahirkan ribuan lulusan master dan doktor dari universitas top dunia. Dengan suntikan Rp13 triliun, berapa ribu lagi anak bangsa yang bisa kuliah gratis? Pertanyaan yang wajar. Namun pemerintah belum merinci angka pastinya.

  • Darimana Sumber Dana Pendidikan Ini?

Bukan hanya dari sitaan korupsi CPO. Prabowo menyampaikan LPDP juga mendapat tambahan dari sisa efisiensi anggaran negara. Uang-uang hasil kerja keras tim pemberantasan korupsi di berbagai kasus lain juga akan masuk. "Uang-uang yang didapat dari koruptor-koruptor lainnya juga sebagian besar akan diinvestasikan di LPDP," tegas Prabowo. Kata "investasi" di sini bukan sekadar retorika. Ini soal masa depan bangsa.

Ironis memang. Dana yang dicuri dari rakyat, kini kembali untuk rakyat. Meski jalurnya berbelit melalui pengadilan, penyitaan, hingga sidang kabinet. Tapi setidaknya ada keadilan yang terlambat datang. Uang haram itu kini punya misi mulia: mencerdaskan bangsa.

Tak berhenti di LPDP. Prabowo juga menyinggung program Sekolah Unggulan Garuda yang tengah digenjot pemerintah. Target: 10 SMA unggulan baru setiap tahun. "Tadi SMA Garuda 10, kita berharap 10 tiap tahun, dan ini kriterianya sangat tinggi," kata presiden. Kriteria ketat diberlakukan untuk menjaring siswa-siswa terbaik. IQ minimal 120 ke atas menjadi syarat utama. Standar yang tinggi? Ya. Mustahil? Belum tentu.

  • Apa Strategi Menemukan Siswa Berprestasi?

Prabowo punya hitungan statistik. Dari setiap populasi negara, satu persen diperkirakan memiliki IQ 120 ke atas. Indonesia dengan 280 juta penduduk berarti punya potensi 2,8 juta orang cerdas. Angka yang fantastis. "Kita negara besar. Kalau tidak salah dari statistik semua negara, populasi ya, satu persen tiap populasi diperkirakan akan memiliki IQ kecerdasan 120 ke atas," ungkap Prabowo.

Namun masalahnya bukan pada jumlah. Tapi pada akses. Banyak anak cerdas terlahir di keluarga ekonomi menengah ke bawah. Di desa-desa terpencil. Di pelosok yang jauh dari ibukota. Mereka punya otak cemerlang tapi tak punya kesempatan. Di sinilah peran pemerintah diuji. Apakah sanggup menjangkau mereka?

Jawabannya: kolaborasi masif. Prabowo meminta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah bekerja sama dengan Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi. Juga melibatkan Menteri Sosial, Panglima TNI, hingga Kapolri. "Saya minta Menteri Dikdasmen dibantu oleh menteri lain, Menteri Dikti Sains Teknologi dibantu oleh Menteri Sosial, dibantu oleh Panglima TNI, dibantu oleh Kapolri yang punya jaringan sampai ke desa-desa," perintah Prabowo tegas.

Jaringan TNI dan Polri memang menjangkau hingga pelosok. Mereka punya pos-pos di seluruh nusantara. Dari Sabang sampai Merauke. Dari Miangas sampai Rote. Dengan memanfaatkan jaringan ini, pencarian bibit unggul bisa lebih efektif. Tak ada anak pintar yang terlewat.

  • Apakah Ormas dan Yayasan Ikut Berperan?

Ya, sangat. Prabowo menyebut organisasi masyarakat dan yayasan pendidikan perlu dilibatkan. Indonesia punya ribuan ormas. NU, Muhammadiyah, berbagai organisasi keagamaan dan sosial lainnya. Mereka punya basis massa kuat. Jaringan hingga ke kampung-kampung. "Cari mereka ini dan kita didik mereka dengan beasiswa penuh," kata Prabowo mantap.

Beasiswa penuh berarti tanpa biaya sama sekali. Dari uang sekolah, buku, seragam, hingga uang saku. Semua ditanggung negara. Ini komitmen serius. Bukan janji kosong. Dananya sudah ada: Rp13 triliun dari sitaan korupsi, ditambah efisiensi anggaran, ditambah lagi hasil pemberantasan korupsi lainnya.

Prabowo juga menekankan pentingnya mengejar ketertinggalan. Indonesia harus mengejar negara lain dalam bidang pendidikan. Selama ini kita tertinggal jauh. Ranking PISA Indonesia masih mengkhawatirkan. Tapi dengan strategi baru ini, ada harapan. Ada cahaya di ujung terowongan yang gelap.

Program Sekolah Unggulan Garuda dan penguatan LPDP adalah dua senjata utama. Keduanya menyasar talenta terbaik bangsa. Memberi mereka kesempatan emas. Agar kelak mereka bisa membawa Indonesia bersaing di kancah global. Bukan lagi sebagai penonton, tapi pemain utama.

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini