Metafora air yang tercemar kini menjadi jernih tepat di sini. Dana korupsi yang dulunya mengotori negara, kini dimurnikan lewat sistem hukum. Lalu dialirkan ke sektor pendidikan. Mengairi ladang-ladang pengetahuan. Membasahi dahaga anak-anak cerdas yang kehausan akan kesempatan.
Apakah semua ini akan berhasil? Waktu yang akan menjawab. Tapi setidaknya langkah awal sudah diambil. Instruksi sudah diberikan. Dana sudah tersedia. Tinggal eksekusi di lapangan. Dan jika berhasil, ini bisa jadi preseden penting: korupsi memang merugikan negara, tapi hasil pemberantasannya bisa membangun masa depan yang lebih baik.
Indonesia butuh keajaiban pendidikan. Dan mungkin, hanya mungkin, keajaiban itu dimulai dari Rp13 triliun yang dulunya adalah uang haram. Sebuah ironi yang penuh harapan.
Baca Juga: Tumpukan Uang Rp13 Triliun Penuhi Lobi Kejagung, Saksi Bisu Korupsi Sawit Terbesar
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Beri Peringatan Keras: Koruptor dan Manipulator Harus Hati-Hati
Prabowo Instruksikan Percepatan Sumur Rakyat dan Kilang Minyak, Bahlil: Ditegur Sayang Bukan Ditegur Marah
Dugaan Bullying di Pesantren Parigi Moutong, Irawati: Pemerintah Harus Turun Langsung, Bukan Cuma Aparat
Brigjen Lamek Taplo Tewas di Kiwirok Papua, Operasi TNI Makin Intensif di Wilayah Kodap XV Ngalum Kupel
Tumpukan Uang Rp13 Triliun Penuhi Lobi Kejagung, Saksi Bisu Korupsi Sawit Terbesar