• Selasa, 21 Juli 2026

Presiden Prabowo Beri Peringatan Keras: Koruptor dan Manipulator Harus Hati-Hati

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Minggu, 19 Oktober 2025 | 20:46 WIB
Prabowo ancam reshuffle pejabat nakal yang main-main dengan anggaran rakyat. Tidak ada toleransi untuk koruptor dan manipulator.
Prabowo ancam reshuffle pejabat nakal yang main-main dengan anggaran rakyat. Tidak ada toleransi untuk koruptor dan manipulator.

Sulawesitoday - Presiden Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras. Pejabat yang nakal akan direshuffle. Tidak ada ampun. Tidak ada toleransi. Ancaman itu disampaikan dengan tegas di hadapan ribuan mahasiswa Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), Trans Convention Center Bandung, Sabtu kemarin.

Pidato yang semula bernuansa motivasional itu berubah menjadi peringatan terbuka. Prabowo menegaskan komitmennya untuk melindungi anggaran rakyat dari tangan-tangan jahil. "Kalau ada satu dua nakal, saya peringati," ujarnya lantang. Tatapannya tajam. Nadanya tidak main-main. "Masih nakal, masih gak mau dengar, tiga kali, apa boleh buat, reshuffle. Harus diganti."

Pernyataan itu bukan sekadar retorika politik. Presiden memberikan sinyal jelas: era toleransi terhadap pejabat bermasalah telah berakhir. Dalam rentang waktu delapan bulan kepemimpinannya, Prabowo ingin memastikan setiap rupiah anggaran negara bekerja untuk kesejahteraan rakyat. Bukan untuk kepentingan segelintir orang.

  • Program Apa yang Jadi Fokus Pengawasan Ketat?

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi ujung tombak kebijakan pemerintahan Prabowo. Hingga pertengahan Oktober 2025, program ini telah menjangkau lebih dari 36 juta penerima manfaat. Angka yang fantastis. Cakupan yang masif. Dan tentu saja, anggaran yang tidak sedikit.

Di balik kesuksesan itu, ada 12.205 dapur MBG yang beroperasi. Ratusan ribu tenaga kerja terserap. Petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil menengah mendapat berkah dari program ini. Mereka memasok bahan baku ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.

"Ini prestasi tidak kecil," kata Prabowo. "Kita sedang dibicarakan dunia internasional." Namun, prestasi itu harus dijaga. Tidak boleh dinodai oleh tangan-tangan kotor yang ingin mengambil keuntungan pribadi. Karena itu, Prabowo memastikan pengawasan ekstra ketat terhadap jalannya program MBG.

Setiap penyimpangan akan dicatat. Setiap anomali akan ditelusuri. Dan jika terbukti ada penyelewengan, konsekwensinya tegas.

  • Siapa Sebenarnya yang Diincar Presiden?

Target utama Prabowo jelas: koruptor dan manipulator. Mereka yang mencoba bermain-main dengan anggaran negara. Mereka yang memanfaatkan celah sistem untuk memperkaya diri sendiri. "Kalau maling-maling manipulator, penipu-penipu serakah, saya beri peringatan mereka hati-hati uangnya banyak," tegasnya.

Presiden tidak menyebut nama. Tapi pesan itu cukup keras untuk didengar oleh siapa saja yang berkepentingan. Prabowo menegaskan dirinya tidak takut menghadapi koruptor. Bahkan, ia yakin rakyat Indonesia akan mendukung langkahnya memberantas praktik-praktik kotor di tubuh pemerintahan.

"Saya yakin rakyat Indonesia di belakang saya," ujarnya dengan penuh keyakinan.

Pernyataan itu bukan hanya soal keberanian pribadi. Lebih dari itu, Prabowo ingin membangun tradisi baru dalam pemerintahan: tidak ada yang kebal hukum, tidak ada yang terlalu besar untuk dijatuhkan jika terbukti bersalah. Statusnya sebagai presiden bukan untuk melindungi yang salah, tapi untuk melindungi rakyat yang benar.

  • Apa Konsekuensi Bagi yang Melanggar?

Prabowo membuat skema peringatan bertingkat. Pertama, peringatan lisan. Kedua, teguran keras. Ketiga, jika masih bandel, reshuffle. Tidak ada kompromi. Tidak ada negosiasi. "Harus diganti," katanya singkat.

Yang menarik, Prabowo juga menyinggung soal empati yang salah tempat. Banyak pemimpin yang terlalu mengasihani pejabatnya. Takut menyakiti perasaan. Takut menciptakan musuh politik. Tapi Prabowo berpikir sebaliknya.

"Tidak boleh ada rasa kasihan," tegasnya. "Yang kasihan rakyat Indonesia. Saya enggak apa-apa dibenci, asal rakyat saya tidak dibenci."

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini