Sulawesitoday - Sepuluh tahun lalu terdengar aneh. Bahkan mungkin dianggap pesimis. Tapi peringatan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri soal proyek kereta cepat pada 2015 silam kini seperti nubuat yang jadi kenyataan. Komisi Pemberantasan Korupsi resmi mengusut dugaan kasus dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh sejak awal 2025.
Sikap PDIP tegas. Ribka Tjiptaning, elite partai berlambang banteng moncong putih itu, menyatakan dukungan penuh pada proses hukum. "Dugaan mark up tuh urusan hukum, urusan KPK, biar aja semua yang ada indikasi itu kita dukung persoalan itu untuk diperiksa gitu aja PDI Perjuangan ya," ujar Ribka kepada wartawan di Sekolah PDIP Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (28/10/2025).
Pernyataan itu bukan sekadar basa-basi politik. Ada jejak historis kuat di baliknya.
-
Apa yang Diingatkan Megawati Sejak 2015?
Ketua DPP PDIP MY Esti Wijayanti membuka lembaran lama. Tahun 2015, saat proyek ini baru dicanangkan, Megawati sudah melontarkan pertanyaan kritis. Apakah Indonesia sudah siap punya kereta cepat? Apakah manfaatnya sebanding dengan biaya yang dikeluarkan?
"Ya kalau soal Whoosh saya kira Bu Mega kan sudah mengingatkan sejak awal. Ya 2015 sudah mengingatkan sejak awal, apakah itu sudah saatnya? Apakah itu akan memberikan manfaat yang lebih kepada masyarakat secara keseluruhan? Lalu bagaimana catatan-catatan yang harus diberikan terkait dengan hal itu?" jelas Esti dengan lugas.
Pertanyaan-pertanyaan itu bukan retorika kosong. Ini peringatan konkret. Megawati, dengan pengalaman politik puluhan tahun, mencium ada yang tidak beres dalam perencanaan proyek triliunan rupiah ini. Sayangnya, peringatan itu tenggelam dalam euforia pembangunan infrastruktur masif.
Kini, sepuluh tahun kemudian, kekhawatiran itu muncul ke permukaan. KPK bergerak. Penyelidikan dimulai.
-
Bagaimana Sikap PDIP Terhadap Penyelidikan KPK?
PDIP tidak main-main soal hukum. Esti menegaskan, bila terbukti ada korupsi, aparat harus bertindak tanpa pandang bulu. "Artinya secara apa yang disampaikan Mba Ning tadi mengatakan bahwa iya sesuatu yang itu melanggar hukum ya harus ditindaklanjuti. Sesuatu yang memang tuh terbukti ada korupsi di situ ya memang harus ada penindakan dari aparat penegak hukum. Saya kira tegas kalau soal itu," jelasnya.
Sikap ini menarik perhatian. PDIP, sebagai partai yang pernah berkuasa saat proyek ini dicanangkan, justru mendukung penyelidikan. Bukan membela. Bukan mencari pembelaan. Tapi menyerahkan pada proses hukum.
Juru Bicara KPK Budi mengonfirmasi penyelidikan tengah berjalan. "Ya benar jadi perkara tersebut saat ini sedang dalam tahap penyelidikan di KPK," katanya singkat. Penyelidikan dimulai sejak awal 2025. Tertutup. Belum ada informasi siapa yang diperiksa. Belum ada rincian temuan awal.
Tapi satu hal pasti: KPK tidak asal bergerak. Ada indikasi kuat. Ada dugaan serius. Ada potensi kerugian negara yang perlu didalami.
-
Seberapa Besar Proyek Whoosh?
Whoosh bukan proyek sembarangan. Ini kereta cepat pertama Indonesia, bahkan Asia Tenggara. Beroperasi 2 Oktober 2023, menghubungkan Jakarta dan Bandung dengan kecepatan hingga 350 kilometer per jam. Waktu tempuh yang biasanya 3 jam, dipangkas jadi 40 menit.
Namun di balik kemegahan itu, ada jejak panjang penuh tanda tanya. Rencana pembangunan dimulai 2015 dengan pembentukan PT Kereta Api Cepat Indonesia China (KCIC). Proyek ini masuk Proyek Strategis Nasional melalui Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016.
Anggaran proyek terus membengkak. Awalnya direncanakan sekitar 5,5 miliar dolar AS atau setara Rp 75 triliun. Tapi dalam perjalanannya, biaya terus naik. Mark up? Pembengkakan wajar? Inilah yang kini diselidiki KPK.
Artikel Terkait
KPK Resmi Selidiki Dugaan Korupsi Kereta Whoosh, Mahfud MD Minta Dipanggil
Menkeu Purbaya Mengaku Tak Tahu Soal Kenaikan Tukin ESDM yang Diklaim Bahlil Sudah Direstui Prabowo
KPK Dalami Peran Saksi Klaim Bisa Urus Penyelesaian Perkara
Peringatan Keras! Kamboja Zona Merah Kerja WNI, 110 Orang Terjebak Scam
Anak SD hingga Tunawisma Jadi Korban Judol, Ini Darurat Nasional!