Sulawesitoday - Tangis haru pecah. Minggu sore, 9 November 2025, ruang Mapolrestabes Makassar menyaksikan momen yang ditunggu ribuan warga Kota Daeng. Bilqis (4), bocah perempuan yang hilang selama enam hari, akhirnya kembali ke pelukan orang tuanya. Balita asal Makassar ini sempat menghilang dari Taman Pakui Sayang, Jalan AP Pettarani, pada Minggu pagi, 2 November 2025.
Kepulangan Bilqis bukan sekadar akhir pencarian. Ini adalah kemenangan kecil kemanusiaan. Kombes Pol Arya Perdana, Kapolrestabes Makassar, menyerahkan langsung Bilqis kepada Dwi Nurmas alias Dimas (34), sang ayah. Pria berusia 34 tahun itu tak sanggup menahan isak. Tangisnya meluap saat memeluk putri semata wayangnya.
"Dengan berbagai upaya dan doa masyarakat Makassar, kita bersyukur anaknya sudah ditemukan," kata Arya. Suaranya pelan namun tegas.
Polisi menemukan Bilqis di Kabupaten Merangin, Jambi, Sabtu malam, 8 November 2025. Jarak sekitar 1.500 kilometer dari rumahnya. Perjalanan pulang memakan waktu hampir 24 jam. Bilqis tiba di Makassar Minggu pagi dengan kondisi sehat walafiat.
Bagaimana Kronologi Penculikan Bilqis Terjadi?
Pagi itu, Dimas mengajak Bilqis berolahraga. Taman Pakui Sayang menjadi pilihan. Lokasi favorit warga Makassar untuk jogging dan bermain. Dimas sibuk bermain tenis. Bilqis asik di area taman bermain anak. Waktu menunjukkan pukul 07.30 WITA.
Sesaat kemudian, Bilqis menghilang. Dimas panik. Pencarian dilakukan segera. Taman digeledah. Petugas keamanan dimintai bantuan. Namun Bilqis seperti ditelan bumi.
Rekaman CCTV menjadi titik terang. Kamera merekam sosok perempuan membawa Bilqis keluar taman. Tim Jatanras Polrestabes Makassar dan Polsek Panakkukang langsung bergerak. Pelacakan dimulai. Jejak digital menjadi kunci. Media sosial dihebohkan. Warga Makassar bergerak bersama.
Enam hari berlalu. Informasi silih berganti. Beberapa mengarah ke Sulawesi Tengah. Sebagian menuju Kalimantan. Hingga akhirnya polisi mendapat titik terang di Jambi. Bilqis ditemukan dalam kondisi sehat tanpa luka sedikitpun.
Apakah Bilqis Mengalami Trauma Psikologis?
Pertanyaan ini menjadi kekhawatiran utama keluarga. Penculikan bisa meninggalkan luka batin mendalam. Apalagi pada anak seusia Bilqis. Namun Kapolrestabes Makassar memberikan kabar menggembirakan.
"Sudah dicek kesehatannya, tidak ada tanda-tanda penganiayaan," ungkap Arya. Pemeriksaan medis dilakukan menyeluruh. Dokter tidak menemukan bekas kekerasan fisik. Bilqis dalam kondisi prima.
Secara psikologis pun Bilqis tampak baik. Bocah berpakaian biru kotak-kotak itu tersenyum ceria. Tangannya memegang erat boneka pemberian kerabat. Ia berbicara seperti biasa. Tidak ada tanda-tanda ketakutan berlebihan. Meski demikian, keluarga berencana melakukan pendampingan psikolog lebih lanjut.
"Anaknya tampak ceria, mudah-mudahan tidak mengalami trauma," ujar Arya dengan nada optimis. Dimas yang berdiri di samping terus mengusap kepala Bilqis. Belai sayang yang sempat tertunda enam hari.
Artikel Terkait
Revisi RTRW yang Jadi Atensi DPRD Parigi Moutong Tangkap Peluang Pertumbuhan, Tapi Isu Kawasan Agraria dan Lingkungan Mengemuka
Drama 6 Hari Pencarian Bilqis, Balita yang Raib dari Taman Makassar Ditemukan di Jambi - Pelaku Ngaku Jual Anak Rp 3 Juta
Proyek Monumen Reog Ponorogo Masuk Radar KPK, Dugaan Penyimpangan Mulai Dibedah
Redenominasi Rupiah 1000 Banding 1, Bukan Lagi Soal Cetak Uang - Tapi Ubah Miliaran Baris Kode
Prabowo Anugerahi 10 Tokoh Gelar Pahlawan Nasional, Soeharto dan Gus Dur Masuk Daftar