• Kamis, 4 Juni 2026

Residivis Narkoba Ditangkap Bawa 207 Ribu Pil Ekstasi Senilai Rp207 Miliar

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Senin, 24 November 2025 | 18:53 WIB
Bareskrim tangkap residivis kurir 207 ribu pil ekstasi senilai Rp207 miliar. Jaringan lintas provinsi terungkap pasca kecelakaan tol.
Bareskrim tangkap residivis kurir 207 ribu pil ekstasi senilai Rp207 miliar. Jaringan lintas provinsi terungkap pasca kecelakaan tol.

Jaringan yang mengendalikan pasokan ini jelas beroperasi dalam skala industri. Bukan lagi bandar kecil-kecilan. Ini bisnis besar. Terorganisir. Dengan logistik rapi dan jalur distribusi tersembunyi. Kecelakaan Rafi hanya membuka satu celah kecil dari operasi besar yang mungkin masih berjalan.

Apa Fungsi Lencana Polri di Mobil Tersangka?

Temuan paling menarik dari kasus ini adalah adanya lencana Polri di mobil yang digunakan Rafi. Atribut resmi kepolisian terpasang di kendaraan sipil. Ini memicu pertanyaan: apakah sengaja dipasang untuk mengelabui petugas di jalan?

Penyidik langsung mendalami kemungkinan itu. Lencana Polri bisa menjadi "paspor" aman di checkpoin. Petugas mungkin enggan memeriksa kendaraan yang terlihat milik aparat. Taktik ini bukan hal baru dalam modus operandi pengedar narkoba.

Namun keterangan tersangka berbeda. "Berdasarkan keterangan tersangka, saat membeli kendaraan itu lencana Polri sudah ada," jelas Eko. Rafi mengklaim lencana itu sudah terpasang sejak ia membeli mobil bekas tersebut. Apakah ini kebetulan? Atau memang sengaja dipilih kendaraan dengan atribut tersebut? Penyidik masih menggali lebih dalam.

Temuan ini membuka kemungkinan baru. Jika memang sengaja dipilih, berarti jaringan ini cukup cerdik. Mereka memahami psikologi petugas di lapangan. Mereka tahu bagaimana cara menghindari pemeriksaan rutin. Strategi yang licik namun efektif.

Apa Langkah Selanjutnya?

Penangkapan Rafi bukan akhir cerita. Ini baru permulaan. Bareskrim kini fokus membongkar jaringan di baliknya. Siapa pemasok utama? Siapa pengendali? Kemana pil-pil itu akan didistribusikan? Pertanyaan-pertanyaan ini harus terjawab.

Penyidik akan mendalami alur pergerakan barang. Dari mana ekstasi itu berasal? Pelabuhan mana yang digunakan? Siapa yang menerima di titik akhir? Komunikasi digital tersangka akan dianalisis. Rekening bank ditelusuri. Jaringan kontak dipetakan.

Kasus ini mengingatkan betapa narkoba tetap menjadi ancaman serius. Jaringan lintas provinsi terus beroperasi. Mereka adaptif. Mereka berinovasi dalam modus operandi. Kecelakaan di Tol Trans Sumatra hanya keberuntungan bagi aparat. Tanpa insiden itu, ratusan ribu pil ekstasi bisa beredar di masyarakat.

Baca Juga: 250 Ton Beras Thailand Dicegat di Sabang, Mentan Ancam Copot Pejabat yang Loloskan Impor Ilegal

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini