Sulawesitoday - Kondisi mengkhawatirkan. Proyek pembangunan gedung perpustakaan baru Kabupaten Parigi Moutong justru menunjukan tren negatif. Deviasi pekerjaan tercatat minus 13 persen per 9 Desember 2025. Angka ini memburuk ketimbang sehari sebelumnya.
Data tersebut dikonfirmasi langsung PPK Pembangunan Gedung Perpustakaan Baru, Mohammad Sakti Lasimpala. Ia menyebutkan informasi awal menyebut minus 14 persen. "Tapi tadi saya cek ke tim pemantau lapangan, deviasinya sekarang 13 persen," ungkap Sakti saat dihubungi, Selasa kemarin.
Persoalannya bukan sekadar angka. Waktu kontrak terus berjalan. Deadline semakin dekat. Namun progres malah stagnan. Bahkan cenderung memburuk.
Mengapa Deviasi Malah Bertambah Buruk?
Sejak awal, Sakti mengaku sudah berkali-kali mengingatkan kontraktor pelaksana. Patokannya jelas: kontrak yang sudah disepakati. Target waktu sudah ditetapkan. Seharusnya kontraktor bekerja serius mengejar ketertinggalan.
Faktanya berbeda. Bukannya terkejar, minus deviasinya malah membengkak. "Ini akan menjadi catatan kami untuk mempertimbangkan persoalan permintaan penambahan waktu," tegas Sakti dengan nada tegas.
Permintaan tambahan waktu dari kontraktor memang sudah masuk. Namun PPK belum memberikan kepastian. Kinerja kontraktor saat ini justru menjadi bahan pertimbangan utama. Bagaimana mungkin memberikan perpanjangan waktu jika progres terus menurun?
Rapat koordinasi dijadwalkan hari ini. Agenda utama: membahas progres pembangunan dan evaluasi kinerja kontraktor. Tekanan kepada pelaksana proyek semakin kuat.
Kontras Mencolok dengan Proyek Labkesmas
Sementara perpustakaan tersandat, proyek lain justru berjalan mulus. Pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) hanya berada di posisi minus dua persen. Selisihnya sangat jauh.
Berdasarkan pantauan lapangan, deviasi minus dua persen di Labkesmas hanya terkait pemasangan AC. Unit AC bahkan sudah berada di lokasi—istilah teknisnya "onside". Tinggal menunggu teknisi memasang. Begitu terpasang, dipastikan deviasi akan berubah dari minus menjadi plus.
Perbandingan ini semakin menyorot buruknya kinerja kontraktor perpustakaan. Dua proyek berbeda, nasib berbeda pula.
Artikel Terkait
Murka di Rapat Aceh, Prabowo Langsung Perintahkan Mendagri Copot Bupati yang Umrah Saat Bencana
Keterlambatan Bantuan Picu Desakan Penetapan Bencana Nasional di Sumatera
Platform Digital Bakal Kena Sanksi Jika Bobol Dimasuki Anak di Bawah Umur
Ancaman Ganda: BMKG Deteksi Dua Bibit Siklon Tropis Muncul Bersamaan di Perairan Indonesia
Tersangka Keempat Kasus Korupsi Proyek Jalan Parimo Ditahan, Uang Rp500 Juta Disita Kejati Sulteng