• Kamis, 4 Juni 2026

Operasi Gabungan Sukses Bongkar Ladang Ganja Raksasa di Perbatasan Indonesia-Papua Nugini, 50 Kilogram Ganja Diamankan!

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Kamis, 3 Oktober 2024 | 17:53 WIB
Sinergi penegak hukum berhasil bongkar ladang ganja di perbatasan Indonesia-Papua Nugini. 50 kg ganja diamankan. Kolaborasi lintas lembaga sangat berperan. (Muhammad Aqil Azizi)
Sinergi penegak hukum berhasil bongkar ladang ganja di perbatasan Indonesia-Papua Nugini. 50 kg ganja diamankan. Kolaborasi lintas lembaga sangat berperan. (Muhammad Aqil Azizi)

Sulawesitoday - Penemuan ladang ganja yang luas di perbatasan Indonesia dan Papua Nugini baru-baru ini merupakan bukti nyata keberhasilan sinergi antara berbagai aparat penegak hukum. Patroli bersama yang dilakukan oleh Bea-Cukai Jayapura, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI Yonif 122/TS, dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Papua berhasil mengamankan barang bukti berupa 50 kilogram ganja dari ladang yang tersembunyi di kawasan hutan perbatasan.

Adeltus Lolok, Kepala Kantor Bea-Cukai Jayapura, menegaskan bahwa operasi ini didasarkan pada informasi intelijen yang menyebutkan adanya ladang ganja di Distrik Waris, Kabupaten Keerom. Kawasan ini terletak sekitar 100 kilometer sebelah selatan Jayapura, dan secara geografis berbatasan langsung dengan Papua Nugini.

Baca Juga: Viral Ladang dan 50,25 Kg Ganja Siap Panen Ditemukan di Perbatasan RI-PNG, Patroli Gabungan TNI, BNN dan Bea Cukai Berhasil Amankan Barang Bukti

"Sinergi ini berhasil menemukan ladang ganja seluas 600 meter persegi dengan 145 batang tanaman ganja, dengan tinggi mulai dari 30 sentimeter hingga 2 meter. Berat totalnya mencapai 50,25 kilogram," ujar Adeltus.

Temuan ini tentu saja tidak hanya berhasil mengamankan narkotika, tetapi juga mencerminkan keberhasilan kolaborasi lintas lembaga di Papua. Kerja sama yang erat antara berbagai pihak, termasuk masyarakat, menjadi kunci utama dalam memberantas peredaran narkotika yang kian meresahkan.

"Penindakan ini merupakan wujud sinergi aparat dengan masyarakat yang terus kita apresiasi sebagai keberhasilan bersama dalam upaya memberantas peredaran narkotika di Indonesia," tambah Adeltus.

Meski demikian, penemuan ini memunculkan beberapa spekulasi terkait pihak yang bertanggung jawab atas penanaman ganja di wilayah perbatasan. Kepala suku setempat dengan tegas mengklarifikasi bahwa ladang tersebut tidak ditanam oleh warganya. Menurutnya, masyarakat Papua Nugini sering kali memanfaatkan lokasi-lokasi terpencil di perbatasan untuk menanam ganja.

Hal ini dilakukan agar ketika tiba waktu panen, mereka dapat menjualnya dengan lebih mudah di wilayah Indonesia. Kondisi ini menambah tantangan bagi aparat penegak hukum untuk tetap waspada terhadap aktivitas lintas batas ilegal.

Komandan Yonif Tombak Sakti / TS 122, Letkol Infantri Diki Apriyadi, juga mengapresiasi upaya gigih dari tim gabungan yang berhasil menggagalkan distribusi narkotika dalam jumlah besar ini.

"Kerja sama dan komitmen kita bersama untuk memberantas narkotika senantiasa harus selalu kita jaga dan tingkatkan untuk bersama-sama kita selamatkan generasi muda bangsa Indonesia," tandasnya.

Dengan temuan ini, aparat penegak hukum berharap bisa semakin memperkuat strategi pencegahan dan penegakan hukum di wilayah perbatasan. Ladang ganja seluas 600 meter persegi ini hanyalah salah satu dari sekian banyak upaya penyelundupan narkotika yang melibatkan jaringan internasional.

Oleh karena itu, sinergi seperti ini diharapkan terus berkembang guna mencegah peredaran narkoba yang mengancam generasi muda bangsa.

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini