Sulawesitoday - Kasus ini mengejutkan banyak pihak. MY (36), seorang pria asal Pangkep, Sulawesi Selatan, ditangkap setelah menguras uang senilai Rp 19 juta dari ATM milik Suhandy (45). Insiden ini bermula ketika MY menemukan dompet korban yang jatuh di Pasar Sentral Pangkep pada Selasa, 12 November 2024.
Menurut polisi, korban baru menyadari dompetnya hilang setelah menerima notifikasi penarikan uang dari ATM-nya.
Baca Juga: Makin Melesat, Ternyata Ini Resep Keunggulan Ahmad Ali-Abdul Karim di Pilkada Sulteng 2024
"Awalnya korban mengaku dompetnya terjatuh, lalu melihat pemberitahuan di HP-nya bahwa ATM-nya terkuras," jelas Ipda Azwin Mubarok, Kanit Resmob Polres Pangkep. Pelaku kemudian dilaporkan, dan polisi segera melakukan penyelidikan.
Setelah berhasil menarik uang korban, pelaku menggunakan dana tersebut untuk membeli berbagai barang.
"Uang itu dibelikan pelaku 2 HP, emas 4 gram, kompresor angin, dan kebutuhan sehari-hari," ungkap Azwin. Beberapa barang tersebut kini telah diamankan sebagai barang bukti, bersama dengan uang tunai sisa sebesar Rp 1 juta.
Rekaman CCTV menjadi kunci dalam pengungkapan kasus ini. Dalam video tersebut, pelaku terlihat menarik uang dari ATM menggunakan kartu korban.
"Kami juga mengamankan pakaian yang dikenakan pelaku saat menarik uang di ATM," tambah Azwin. Unit Resmob Polres Pangkep berhasil menangkap MY di rumahnya pada Sabtu, 16 November, dengan pendekatan persuasif.
Kejahatan seperti ini mengingatkan kita pentingnya menjaga barang pribadi, terutama yang berkaitan dengan akses finansial. Banyak dari kita mungkin berpikir, kehilangan dompet hanyalah soal mengganti kartu-kartu, tapi ternyata dampaknya bisa jauh lebih besar. Dalam kasus ini, pelaku bahkan sudah menggunakan uang itu sebelum korban menyadari sepenuhnya.
Baca Juga: Pilkada Parimo 2024: Warga Boloung Olonggota Tegas Pilih Ahmad Ali Bukan yang Lain
Bagi Anda yang sering ke tempat ramai, seperti pasar, selalu pastikan barang bawaan Anda tetap aman. Bahkan, mengganti PIN ATM secara berkala bisa mencegah kejadian serupa. Jangan sampai pengalaman seperti yang dialami Suhandy terulang, karena uang sebesar itu jelas sangat berarti.
Artikel Terkait
Dari Masa Lalu Kelam ke Masa Depan Cerah, Anak Binaan LPKA Palu Kini Siap Kembali ke Masyarakat
Pilkada Parimo 2024: Warga Boloung Olonggota Tegas Pilih Ahmad Ali Bukan yang Lain
Drama Penyelamatan Paus Berparuh 5 Meter di Pantai Selayar, Perjuangan Tanpa Henti Nelayan dan Tim Evakuasi
Mahasiswa Asal Sulteng Tabrak Pejalan Kaki hingga Tewas di Sleman, Berawal dari Mabuk dan Oral Seks di Mobil
Makin Melesat, Ternyata Ini Resep Keunggulan Ahmad Ali-Abdul Karim di Pilkada Sulteng 2024