• Selasa, 21 Juli 2026

Tragedi di Ponpes Bantaeng: Santri Tewas Tergantung, Polisi Selidiki Kemungkinan Kekerasan

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Senin, 25 November 2024 | 20:16 WIB
 Kisah tragis santri di Ponpes Bantaeng yang tewas tergantung di kolong rumah. Awalnya dikira prank, kini kasus diselidiki polisi. (Nur Rafiqa)
Kisah tragis santri di Ponpes Bantaeng yang tewas tergantung di kolong rumah. Awalnya dikira prank, kini kasus diselidiki polisi. (Nur Rafiqa)

Baca Juga: Komisi III Geram Bandar Narkoba dari Kalangan APH Harus Dipecat Tanpa Hormat

Dugaan Bullying dan Kekerasan di Pesantren

Marzuki menyebutkan bahwa pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi terkait kasus ini. Selain teman-teman yang berada di lokasi saat kejadian, pengasuh, pembina pesantren, serta beberapa santri lainnya juga telah dimintai keterangan.

Ada rumor yang beredar mengenai kemungkinan adanya kekerasan atau tindakan bullying terhadap RS sebelum kejadian ini. Namun, hingga kini, pihak kepolisian masih mengumpulkan bukti dan melakukan investigasi lebih mendalam.

“Kita melakukan pemeriksaan terhadap semua yang mengetahui atau berada di lokasi saat kejadian,” jelas Marzuki. Sejauh ini, enam orang sudah diperiksa, termasuk pengasuh dan pembina asrama pesantren.

Meski demikian, masih terlalu dini untuk menyimpulkan apakah kematian ini murni kasus bunuh diri atau ada faktor lain yang mempengaruhi, seperti tekanan sosial atau kekerasan fisik yang mungkin dialami korban.

Kematian RS yang begitu mendadak dan tragis ini meninggalkan luka mendalam, tidak hanya bagi keluarga yang ditinggalkannya, tetapi juga bagi komunitas pesantren dan masyarakat sekitar.

Ini adalah pengingat yang pahit bahwa apa yang mungkin dianggap sebagai "prank" atau lelucon bisa memiliki konsekuensi yang sangat serius. Tragedi ini mengundang banyak pertanyaan tentang apa yang sebenarnya terjadi di pesantren tersebut, serta tekanan sosial dan emosional yang mungkin dialami para santri di sana.

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini