Sulawesitoday - Kekerasan kembali mencoreng wajah pendidikan di Sulawesi Tenggara. Seorang pelajar SMKN 4 Kendari berinisial FH menjadi korban pembacokan oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK) pada Senin, 9 Desember 2024. Insiden ini terjadi di Jalan Kijang, Kelurahan Wundumbatu, Kecamatan Poasia, sekitar pukul 12.10 Wita.
Kronologi kejadian memperlihatkan betapa mengerikannya serangan tersebut. Saat itu, FH tengah duduk santai di sebuah kios di depan sekolahnya. Tiba-tiba, sekitar lima motor berboncengan berhenti di lokasi. Tanpa peringatan, para pelaku yang berjumlah sepuluh orang mulai menyerang secara brutal.
“Para pelaku menggeber-geberkan knalpot mereka, lalu menyerang korban yang sedang duduk di kios,” ungkap Kapolsek Poasia, AKP Jumiran, Jumat (27/12). Penyerangan itu berlangsung cepat namun meninggalkan trauma mendalam.
Dalam upaya menyelamatkan diri, FH berlari. Namun, kelompok tersebut mengejar hingga korban terjatuh. Tak hanya dipukul dengan tangan dan kaki, para pelaku juga menggunakan stik bisbol. Bahkan, salah satu dari mereka mengayunkan golok sisir. FH yang mencoba menangkis justru menderita luka bacok di tangannya.
Baca Juga: Jalan Rusak Belasan Tahun, Warga Angata-Andoolo Serukan Aksi ke Pemerintah Pusat
Setelah melakukan aksinya, kelompok itu melarikan diri. Sementara korban langsung dilarikan ke RS Aliyah dan kemudian dirujuk ke RS dr. Ismoyo untuk mendapatkan perawatan intensif. Kondisinya kini dilaporkan mulai membaik, meski bekas luka menjadi pengingat pahit atas tragedi tersebut.
Sayangnya, hingga lebih dari dua minggu setelah kejadian, pelaku belum tertangkap. Polisi mengaku masih melakukan penyelidikan intensif. “Kami sudah mengarah ke pelaku, namun belum bisa melakukan penangkapan,” tambah Jumiran.
Peristiwa ini menggugah banyak pihak untuk lebih waspada terhadap keselamatan anak-anak di lingkungan sekolah. Tindakan preventif dan edukasi mengenai bahaya kekerasan harus menjadi perhatian utama, baik oleh sekolah, pemerintah, maupun masyarakat setempat.
Kekerasan ini menimbulkan pertanyaan besar: Apa yang memicu keberanian pelaku untuk melakukan aksi brutal di siang bolong? Jawabannya belum jelas, tetapi penting untuk memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang kembali.
Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday
Jangan Ketinggalan Berita Eksklusif Lainnya! Yuk, cek langsung di Google News Sulawesitoday.com: https://news.google.com/publica.../CAAqBwgKMN3Bswsw6tzKAw...
Artikel Terkait
Mahasiswa UIN Datokarama Palu Serukan Penolakan Pajak 12 Persen: DPRD Sulteng Dituding Mangkir
Perdebatan Bayam Jadi Horor, Pelaku Penganiayaan dengan Parang di Bahodopi Morowali Ditangkap Polisi
Aksi Pencurian Berantai di Banggai: Pelaku Ditangkap Setelah Jarah Puluhan Lokasi
Pencurian Ternak di Banggai, Pelaku Jual Sapi Hasil Curian Rp 8 Juta
Jalan Rusak Belasan Tahun, Warga Angata-Andoolo Serukan Aksi ke Pemerintah Pusat